“Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan : Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia 18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuann dengan Allah, karena kebodohan yang ada didalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.19 Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakannya dengan serakah segala macam kecemaran.20 Tetapi kamu bukan demikian.Kamu telah belajar mengenal Kristus.”
Efesus 4:17-20
“Ajarkanlah dan nasihatkanlah semuanya ini.3 Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat- yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus-dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita, 4 ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang meyebabkan dengki,cidera, fitnah,curiga, 5 percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan.”
1 Timotius 6:2b-5
Jika pembaca mengamati dan menggumulkan ayat-ayat yang kami sodorkan ini akan lebih mengerti bahwa bulat dan tidaknya kepercayaan kita kepada Tuhan akan menjadi pengendali pikiran kita. Dan pikiran kita adalah pengendali sekaligus motornya perbuatan dan sepak terjang kita hari-demi hari yaitu yang kita lakukan dengan sadar.
Mengapa demikian karena awal dari pikiran kita, kita terpautkan atau tidak kita terpautkan kepada firman Tuhan (petunjuk perbuatan) adalah tergantung kita percaya atau tidak kepada yang memberi nasihat atau menuliskannya (Alkitab) serta akibatnya jika petunjuk tak dilaksanakan. Kalau kita sudah tidak percaya bahwa Paulus menulis ini adalah atas ilham dan perintah Allah, bagaimana bisa mempercayai bahwa nasihatnya mempunyai kuasa dan kemudian mau mepelajarinya. Paling paling membaca Alkitab hanya seperti ketika membaca buku Pinter, atau Almanak atau Primbon atau majalah. Sedangkan yang dituliskan oleh Paulus adalah petunjuk kehidupan yang bermuatkan dan ber intikan adanya kuasa dari Yesus, yang sekarang melalui Roh Kudus. Roh Kudus dan Darah Yesus bukanlah sekedar mitos atau sejarah manusia biasa, tetapi memiliki makna yang ada kuasanya. Bagaimana akan melakukan sesuatu yang tidak dipercayainya bahwa itu mempunyai kuasa? Apalagi faktanya bukti-bukti dari kuasa Yesus atau campur tangan Allah ini tidak transparan dan instan seperti orang sulapan yang sim salabim, kertas koran disulap langsung jadi burung dara. Dapat dengan mudah dilihat dengan mata jasmani. Begitu pula ketika kita mendapati persoalan yang memerlukan pemecahan atau jawaban untuk pemecahannya bagaimana, kita tidak langsung mendapatkan jawaban semudah itu dari Tuhan seperti jika kita bertanya kepada manusia.
Bagi yang sudah mengerti akan dapat membedakan, disinilah perbedaannya antara Allah Yang Maha Tinggi dengan manusia biasa, dimana untuk melihatnya saja sudah memerlukan persyaratan tertentu. Karena orang tidak mengerti persyaratan ini, maka ketika minta tolong atau tanya kepada Tuhan tidak langsung di jawab, karena seringnya tidak di jawab dan tidak ada yang memberikan penjelasan mengapa tak langsung di jawab, dan bagaimana supaya bisa bertatap muka dengan Tuhan secara rohani,membuat kita semakin tidak mengerti maka kemudian menjadi antara setengah percaya dan setengah tidak percaya kepada firman Tuhan, dan kemudian berpalinglah ke illah lain.
Kasus semacam ini sebenarnya adalah tugas kita semua yang merasa telah lebih dahulu di beri talenta oleh Tuhan sesuai dengan pengutusan Yesus seperti yang tertulis pada Matius 28:19,20. Wajib mengajarkan kepada orang lain sampai ke ujung bumi agar kualitas percayanya terhadap kuasa Tuhan dan Roh Kudus, tidak sebatas dalam percaya dalam kekagumannya saja.
Seperti ketika melihat manufer pesawat Sukoi, kita percaya dan kagum bahwa Sukoi memang hebat kemudian berteriak kagum dengan bersorak dan bertepuk tangan. (baca Markus 7:6,7) sorak sorai dan tepuk tangan hanyalah ekspresi kita sebagai umatNya yang cukup bangga memiliki Yesus yang rela menderita dan mati untuk menebus dosa kita.Tetapi Tuhan menghendaki lebih dari itu yaitu ketaatan kita melakukan segala ketetapan-ketetapanNya yang di aplikasikan di setiap segi kehidupan kita tidak hanya ucapan bibir dan tepuk tangan.
Kembali kepada pokok permasalahan, bagaimana kita mengagumi pesawat Sukoi dengan menjadi pilotnya mengejar musuh jika kita tidak bisa menjadi pilotnya. Dari mana kita tertarik mempelajari Sukoi sampai bisa menjadi pilotnya jika kita percayanya kepada F16 . Jika kenyataannya demikian akhirnya Sukoi tersebut cuma menjadi koleksi berharga. Di pamer-pamerkan kemana-mana tetapi tidak di piloti.(pamer kemana-mana jika punya Yesus dan Roh Kudus tetapi tidak memanfaatkannya dalam membawa diri kita untuk mendapat kemenangan menghalau musuh yaitu hawa nafsu kedagingan dan nafsu srakah, gila hormat dan lain-lain.
Kalimat percaya memang pendek, tetapi implikasi dalam kehidupan se hari-hari cukup rumit dan tidak sederhana. Dan memang betul apa yang di ucapkan bahwa percaya ini sangat besar kuasanya, tetapi percumah-kan jika cuma jadi pengagum dan penonton tetapi tidak menjadi pilotnya?
Jika diperlukan Anda dapat berkonsultasi melalui telepon:021-98791377, 024 -7473096, 08889149388
Bagi yang tergerak untuk mendukung pelayanan ini
Dapat mengirimkannya ke Bank mandiri
a/n Sudaryono AC no. 135 000 3099 890
.
DOAKAN PELAYANAN
CD GRATIS UNTUK MENJANGKAU YANG TIDAK SUKA INTERNET
SERI 5 BUKU KUNCI KEHIDUPAN
HILANGNYA SEBUTIR MUTIARA KELUARGA
(bag A )
Penulis pernah ngobrol santai dengan seorang ibu muda. Ibu ini seorang Kristen yang taat. Ia bersuamikan seorang aktivis gereja, yang rajin ke gereja dan rajin pelayanan. Karena itulah Ia yakin dan percaya bahwa suaminya tidak akan terkena dosa ketujuh (perzinahan). Menurutnya, ketaatan suaminya ke gereja dan rajinnya melakukan pelayanan merupakan alasan mengapa ia yakin suaminya tidak akan kena dosa ketujuh.
Dalam cerita yang lain seorang ibu rumah tangga di kawasan Jl. Dr. Wahidin Semarang yang ia harus cerai dengan suaminya. Mengapa ia cerai ? ibu ini lewat pelayanan gereja, sering terlibat acara visitasi bersama Pak Pendeta. Pak Pendeta pasti orang beriman bukan ? (secara logika demikian) apalagi mereka berdua rajin pelayanan diantaranya dengan visitasi (mengunjungi jemaatnya) Berkunjung ke jemaat-jemaatnya tentunya adalah dalam rangka membagi-bagi berkat imannya. Ceritanya cukup panjang, pokoknya ibu yang Kristen ini akhirnya terjadi skandal seks dengan Pak Pendeta yang juga Kristen (tentu bukan anda) mungkin karena witing tresno jalaran soko kulino, karena seringnya berbagi rasa dan ketemu akhirnya jatuh cinta dan mereka lupa bahwa masing-masing sudah mempunyai suami dan isteri, tetapi kena apa mereka masih terkena dosa ke tujuh?. Peristiwa orang yang rajin pelayanan namun terkena dosa ketujuh tidak hanya satu ini, tetapi banyak terjadi dimana-mana. Banyak terjadi pengertian yang keliru, menganggap jika sudah rajin pelayanan dan Kristen, pasti terhindar dari marabahaya termasuk terkena dosa ketujuh. Hanya karena terjadi kekeliruan pemahaman dan keyakinan kemudian tidak memproteksi diri, berupaya melindungi diri bagaimana supaya benteng perlindungan itu menjadi kokoh dan kuat. Selain itu kurang mengerti bahwa target iblis adalah orang-orang beriman. Pengertian yang keliru juga banyak orang Kristen tanpa sadar memperbudak Tuhan melalui doa-doanya, modalnya hanya berdoa dan percaya bahwa doanya pasti dikabulkan, apalagi merasa berdoa dan berpuasa. Doa memang harus dilakukan, sebagai dasar orang percaya bahwa Tuhan Maha Kuasa, tetapi manusia harus melangkah dengan berbuat sesuatu sesuai dengan bekal akal budi dan talenta yang telah dianugerahkan oleh Tuhan kepada kita.
Cerita kedua ini mematahkan kepercayaan ibu yang pada cerita pertama. Barangkali pembaca juga melihat orang lain atau dirinya sendiri yang meskipun Kristen dan rajin ke gereja namun juga berselingkuh. Dalam hal ini penulis tidak akan menjadi hakim terhadap orang lain atau pembaca tulisan ini (anda), apalagi penulis sendiri juga pernah mengalami dosa ke tujuh. Tetapi dalam tulisan ini akan sharing dari pengetahuan dan pengalaman penulis bagaimana perzinahan juga melanda orang Kristen.
Apalagi konon di negeri Belanda orang Kristen berselingkuh bukanlah suatu yang aneh, konon ceritanya katanya disana orang Kristen berselingkuh itu sudah lumrah. Tetapi jika perselingkuhan dibiarkan melanda rumah tangga Kristen, hancurlah sudah harapan Allah supaya kita umat percaya dapat masuk surga untuk memuliakan Allah, sebab sesuai dengan Yesaya 59 : 1,2 melalui dosa membuat hubungan manusia menjadi putus. Jadi strategi iblis adalah membuat saleh-saleh Tuhan putus hubungan dahulu dengan Tuhan. Coba baca ulang ketika Adam dan Hawa pertama kali jatuh dalam dosa dengan makan buah pengetahuan, mereka Adam dan Hawa “menyelinap” atau menjahui Tuhan bukan ? Sampai Tuhan memangngil-manggil : ‘dimana kamu Adam?’ Apalagi yang dosa karena berzinah !
SEBAB - SEBAB MENGAPA BERSELINGKUH“Sadarlah dan berjaga jagalah ! lawanmu, si iblis , berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-ngaum mencari orang yang dapat ditelannya.”
1 Petrus 5:8
Secara rohani, iblis berada dimana-mana mencari manusia yang akan ditelannya dijadikan mangsa supaya binasa. Dalam rangka inilah iblis mengacau rumah-tangga, rumah-tangga agar dapat dijadikan mangsanya. Biasanya cara-cara yang dipakai iblis adalah membuat suasana rumah tangga kacau, jika suami – isteri tidak tahan uji. Setelah rumah tangga kacau, mulailah iblis berperan lebih dalam, yakni memberi iming-iming melalui bisikan dalam hati kepada suami atau kepada isteri. Iming-iming sesuatu pikiran yang menggiurkan. Jika nalar orang yang dijadikan obyek iblis menjadi iming-iming ini terkena, maka ia namanya disebut tergoda. Yaitu terobsesi untuk melakukan sesuatu karena ingin merasakan iming-iming yang sudah mernjadi angan-angannya. Jika godaan ini semakin menancap, maka orang ini semakin tergiur dan tidak sabar lagi karena sudah sangat tergiur untuk cepat-cepat melakukan supaya segera terlaksana. Ia menjadi tergiur bahwa jika (misalnya) ia berselingkuh maka ia akan mendapatkan kenikmatan dan terhindar dari masalah (setres) yang ia hadapi sekarang. Dan biasanya bagi orang yang tidak mendapat proteksi Tuhan, iblis memfasilitasinya dengan kemudahan-kemudahan supaya keinginnannya berselingkuh tercapai. Tetapi bagi orang yang sedang mendapat protrksi Tuhan, meskipun hati dan pikirannya (manusia) sudah ada niatan berselingkuh cukup yang besar, tetapi ada-ada saja sehingga keinginan berselingkuh tersebut tak akan jadi dilaksanakan. Bagi yang peka, begitu melihat kenyataan bahwa ingin berselingkuh tetapi ternyata terjadi halangan sehingga tak keturutan maka ia akan sadar bahwa ia telah diproteksi dan di ingatkan Tuhan bahwa apa yang akan dilakukan tersebut tidak baik, jantungnya berdebar-debar. Tetapi bagi yang tidak peka, maka begitu terhalang atau jantungnya berdebar-debar, ia tak mau gagal maka ia mencoba lagi dan mencoba lagi beberapa kali hingga betul-betul berhasil melakukan perselingkuhan. Fasilitas yang iblis sediakan bisa dalam bentuk kesempatan, sampai orang yang akan dijadikan pasangan perselingkuhannya, maupun fasilitas lain yaitu tempat atau uang untuk prasarana berselingkuh. Jadi penyelewengan itu sebenarnya tidak berdiri sendiri secara murni. Mengapa demikian, karena dalam diri manusia terdapat peluang untuk iblis masuk dalam peristiwa yang dialami secara alami oleh setiap manusia. Fasilitas tersebut adalah hormon seks yang ada dalam tubuh manusia yang mempengaruhi pikiran manusia. Itulah sebabnya mengapa Yakobus dalam tulisannya mengatakan bahwa manusia dicobai dan terpikat dan terseret oleh keinginan dirinya sendiri (Yak 2:15), karena iblis masuk melalui pikiran.
Biasanya jika sudah berulang kali manusia terus mengusahakan untuk melakukan, Tuhan kemudian melepaskanNya seperti orang yang mau cerai, yaitu Tuhan mengijinkan hanya karena atas kemauannya sendir yang keras untuk melakukannya.
lSekarang dari sudut biologis, manusia secara genetikal memiliki hormon seksual. Hormon ini sebenarnya diciptakan Tuhan untuk keperluan regenerasi dan guna mengerti betapa kebesaran Tuhan atas penciptaanNya yang tidak tertandingi (hanya gesekan dari dua kulit = alat kelamin, dapat menimbulkan kenikmatan yang luar biasa, dan para ahli belum ada yang mampu membuat imitasinya) Hormon seks tersebut disebut progresteron bagi hormon perempuan dan testoteron bagi hormon lelaki, setiap hari selalu diproduksi terus oleh tubuh secara otomatis oleh setiap orang yang telah dewasa, jadi anak yang belum dewasa belum memproduksi hormon ini. Tanda-tanda dari telah diproduksinya hormon ini adalah dimulainya ada haid bagi wanita dan adanya mimpi basah bagi anak lelaki atau mulai tumbuhnya rambut diluar kepala. Efek samping dari hormon ini adalah adanya dorongan yang kuat untuk melakukan hubungan seks (tanpa melihat sudah menikah atau belum menikah). Bagi yang subur produksinya dan kemudian ditunjang dengan kualitas hormon yang baik, maka keinginan ini semakin menggebu-nggebu. Produksi sperma (pria) selama 24 jam akan mampu untuk melakukan hubungan seks lebih dari 3x sehari
*). Testoteron merupakan hormon seks yang kemudian disebut sperma ini terproduksi dengan cepat setelah masa pubertas dengan perantaraan stimulus hormon-hormon gonadotro pin hipofisis anterior. Puncak diagram yang tertinggi adalah pada usia 20 tahunan dan kemudian terus menurun
**). Kegunaan testoteron tidak hanya untuk keperluan seks saja, namun sebenarnya juga untuk keperluan perkembangan dan pertumbuhan phisik dan kekuatan otot atau perkembangan muskulatur. Oleh karenanya pria yang terlalu over produksi testoteron akan baik jika disalurkan untuk kegiatan fisik misalnya olah raga. Kebalikannya orang yang over melakukan hubungan seks akan terlihat loyo atau rapuh (pria dan wanita sama saja).
Rangsangan
Rangsangan timbulnya birahi ada bermacam-macam. bisa timbul dari produksi hormon yang subur yang kemudian mempengaruhi otak, dan juga bisa dari penyebab yang lain, namun muaranya tetap ada pada tersedianya hormon seks yang berlebihan. Penyebab kesuburan ini terutama dari kandungan makanan atau minuman tertentu yang mengandung mineral dan vitamin tertentu terutama B dan E dan mineral misalnya Zat besi dan kalsium. Sebagai contoh daging kambing, buah durian, buah nanas, kacang-kacangan, minuman bir dan sebagainya adalah menyuburkan produksi hormon seks.
Rangsangan untuk memproduksi hormon selain berasal dari makanan ada juga rangsangan yang berasal dari fikiran. Rangsangan dari fikiran ini biasanya timbul dari penglihatan mata dan chayalan, kemudian sebagai akibat dari sentuhan kulit bagian tertentu dengan lawan jenis. Yang semuanya mengarah kepada otak untuk menjadi suatu pikiran dan membayangkan atau berchayal (Yakobus 1 : 14, 15) Mimpi cinta juga salah satu rangsangan yang kuat untuk menimbulkan pikiran-pikiran porno. Meskipun bisa jadi asal mimpi berasal dari bacaan porno atau tontonan yang merangsang atau rangsangan porno lainnya. Dalam hal ini menghindari tontonan-tontonan dan bacaan-bacaan porno sangat membantu untuk terhindar dari adanya mimpi basah yang otomatis berarti juga terhindar dari keinginan atau memuncaknya libido. Mimpi basah ada yang berasal secara alami, artinya tanpa menonton dan membayangkan sesuatu yang porno tetapi tiba-tiba justru bermimpi dan setelah bermimpi pikiran menjadi sangat terganggu karena mau tak mau memikirkan mimpinya yang sangat aneh dan terkesan itu. Hal demikian terjadi jika tanpa sadar sebetulnya hormon seks yang ada dalam tubuh over persediaan, perlu penyaluran (lihat peristiwa Tamar yang di perkosa oleh saudaranya sendiri, dan juga kedua anak perempuan Lot).
Kejadian AlamiDiatas telah kami sebutkan bahwa produksi hormon testoteron terus menurun setelah pada puncaknya berusia ± 20 tahun bagi pria. Penurunan produksi hormon ini juga diikuti dengan penurunan vitalitas tubuh. Namun bagi yang badannya fit tidak terlalu terasa. Terasanya hanya pada waktu habis terkena sakit yang agak lama.
Menurunnya vitalitas ini terjadi pada pria maupun wanita. Jika wanita klimaksnya pada waktu manoupause. Karena setelah manoupause tidak lagi memproduksi progresteron secara besar-besaran lagi karena persediaan telornya telah habis. Karena sudah tidak memproduksi lagi maka kemudian disebut mati haid. Awal bagi pria ada perselingkuhan adalah ada pada keinginannya untuk coba-coba mengetes dirinya sendiri, apakah masih fit dan masih “laku” atau tidak. Dorongan untuk melakukan test ini bermacam-macam, bisa karena lingkungan pergaulan, bisa karena suasana lingkungan rumah tangganya yang kurang baik dan kurang harmonis, bisa juga karena tuntutan pekerjaan misalnya pelobi, bisa karena godaan lawan jenis, bisa karena kejenuhan dan nostalgia pada waktu masih pacaran yang tak bisa terulang dengan istrinya karena telah punya anak dan tanggung jawab, dan sebagainya, bisa juga karena memang celutak (mata keranjang). Meskipun ini cuma coba-coba namun ini bisa menjadikan kecanduan jika sang isteri tidak memproteksinya dan melakukan tindakan preventif, bagi perempuan juga sama karena penulis sendiri pernah dikejar-kejar perempuan muda yang birahi.
Biasanya pria rawan kejadian ini pada usia 40 – 50 tahun, sedang bagi wanita biasanya ada pada usia setelah usia 25 tahun menjelang 30 tahun jika belum menikah dan terulang lagi ketika usia 36 – 40 tahun. Pengaruh yang besar adalah lingkungan dan pergaulan, serta ketebalan imannya bagaimana.
Dorongan Kebutuhan Hidup
Cerita Abraham dan Sarai ketika datang ke Istana Firaun di Mesir (Kej 12:10, Kej 20:2) dan Ishak dengan Ribka (Kej 26:7) adalah keinginan melakukan perzinahan demi kebutuhan hidup. (namun Tuhan melindungi dan tidak mengijinkan hal itu terjadi). Masih banyak lagi kejadian-kejadian perselingkuhan yang terjadi demi kebutuhan hidup, baik dalam cerita Alkitab maupun dalam kehidupan sehari-hari pada zaman ini. Pada zaman ini banyak PSK (pekerja seks komersial) mengaku ia terpaksa mau menjadi PSK karena adanya desakan ekonomi. Menurutnya untuk memenuhi desakan ekonomi yang paling mudah adalah menjadi PSK. Memang ada yang benar-benar karena desakan ekonomi, tetapi tidak jarang yang melakukan menjadi PSK sebenarnya bukan semata-mata oleh sebab kebutuhan ekonomi.
Akibat Rekayasa Iblis
Jika kita mengamati dengan teliti dialog iblis dengan Allah (Ayub 1 : 6 – 12) dapat disimpulkan bahwa iblis diberi kesempatan untuk mengacau umat Allah (baca menguji). Siapakah Ayub ? Ayub adalah umat Allah yang saleh dan taat (Ayub 1 : 8b) namun tetap di ijinkan oleh Allah untuk dijamah iblis, untuk dikocok kehidupannya. Begitu pula Daud orang yang diurapi Allah dan mempunyai kedudukan sebagai raja yang diurapi Allah dan bergengsi, mengapa ia sampai tergodai oleh Betsyeba? Potifar, Lot dengan kedua anaknya perempuan (Kej 19 : 31, 34, 35) adalah suatu kejadian yang tidak boleh dianggap sebagai mitos. Disini perlu dicurigai bahwa dalam peristiwa ini iblis turut ambil bagian dengan merekayasa membuat situasi dan kondisi sedemikian rupa sehingga sekenario iblis dapat terwujud, yaitu melalui situasi dan kondisi yang membuat orang mudah tergelincir.
Lahirnya PP no 10 th ‘70 tentang perkawinan adalah bukti nyata maraknya perzinahan yang terjadi pada suami dan isteri-isteri di Indonesia. Dengan demikian akan banyak orang menjadi tergelincir jatuh kedalam dosa ketujuh. Akibat beruntun dari adanya dosa ketujuh ini adalah orang menjadi menjauhi Tuhan, ingat ketika Adam dan Hawa berdosa dengan memakan buah pengetahuan, meskipun dipanggil Tuhan namun beliau menjauh dan mennyelinap sehingga Tuhan bertanya : “dimanakah engkau ?” apa maknanya pertanyaan ini di tulis dalam Alkitab ? manusia jauh dari Tuhan ! Dan kemudian menurut Yesaya 59 :1,2 dosa itu menjadi pemisah hubungan antara Tuhan dengan manusia yang berdosa. Nah jikalau manusia hubungannya dengan Tuhan telah pisah dan jauh, kemanakah kira-kira manusia akan menjalin hubungan ?
Kesimpulannya adalah perzinahan tidak boleh dianggap remeh atau dianggap sebagai sesuatu yang tidak terlalu mengganggu bagi jemaat Kristus, dan perlu di ingat bahwa iblis ada dibalik peristiwa tersebut melalui berbagai tipu daya. Bisa jadi yang tidak mau mempersoalkan masalah ini karena mengakui bahwa masalah ini adalah sesuatu yang rumit dan sulit penanggulangannya dan belum mendapatkan resep jalan keluarnya untuk menghindar, sehingga sebenarnya dirinya terkena juga tetapi tak ketahuan.
Melalui tulisan ini penulis ingatkan bahwa suami-suami dan istri-istri wajib memberi perhatian khusus dalam hal yang satu ini. Mengapa? Karena hal ini sebenarnya semacam percikan air ketika orang mandi terhadap kozyn kayu Kalimantan pada pintu kamar mandi, kelihatannya cuma sedikit tidak memperlihatkan akibat yang parah, tetapi lama-lama kayu Kalimantan tersebut menjadi busuk dan keropos yang kemudian menjadi tak berdaya untuk sebagai gantungan (centelan) daun pintu, karena paku engselnya harus lepas. Dalam kehidupan keluarga juga demikian, melalui perzinahan ini akan membuat menjadi busuknya nama kita (pelaku) dan terlepasnya segala hal yang sangat kita dambakan dari diri kita, dan masih ditambah lagi bagi yang percaya bahwa perzinahan menghalangi masuknya orang kesurga meskipun aktivis gereja dan tiap hari mengucapkan kata-kata iman dan percaya kepada Yesus (Ibr .13:4) ingat Matius 7 : 23.
Perzinahan timbul karena kebutuhan alami (biologis) yang berarti tanpa mengenal siapa orangnya. Perzinahan timbul karena kebutuhan hidup (kedagingan), berarti sangat rawan bagi orang-orang yang sedang mengalami kesulitan ekonomi. Perzinahan timbul karena kebutuhan harga diri (gengsi) berarti sangat rawan bagi orang-orang yang sedang top kehidupannya, orang-orang yang punya jabatan dan punya uang. Perzinahan timbul karena campur tangan iiblis, berarti rawan bagi orang-orang yang beriman, orang-orang yang menjadi calon-calon saleh Tuhan. Sasarannya adalah orang-orang saleh, orang-orang yang rajin pelayanan bahkan pendeta-pendeta adalah target-target iblis untuk dikacaukan. Pepatah mengatakan semakin tinggi memanjat, angin yang meniupnya akan semakin kencang.
Cara Iblis Menyerang
Berbagai ungkapan dalam tulisan ini adalah contoh-contoh iblis menyerang umat Tuhan dengan tujuan supaya gagal menjadi saleh-saleh Tuhan. Iblis menciptakan situasi dan kondisi sedemikian rupa sehingga sasarannya mudah tergelincir melalui keinginannya sendiri (Yakobus 1:14). Setelah tergelincir maka siapapun tak akan luput dari hukuman Allah.
Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah Ibr 12:4
Hasil dari penghakiman adalah tidak diijinkannya masuk ke surga. Sebab sesuatu yang najis tidak boleh masuk ke surga.
“Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupannya anak domba itu.”
Wahyu 21 : 27
“ Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah, jangan sesat ! orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, 10. Pencuri, orang kikir, pemabuk, pemitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah.”
I Kor 6 : 9, 10
Ingatlah selalu apa yang tertulis dalam II Petrus 1 : 8. Sadarlah dan berjaga-jagalah ! lawanmu si iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-ngaum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
Jelaslah disini bahwa orang yang berbuat najis dan berdosa dan tidak tertulis dalam buku kehidupan Anak Domba Allah tidak akan dapat masuk dalam kerajaan Allah, meskipun ia rajin ke gereja dan rajin pelayanan. Karcis masuk kerajaan Allah adalah tercatat dalam buku kehidupan dan tidak najis, tidak dusta dan lain-lain sesuai dengan yang tertulis dalam I Kor 6:9,10 dan sesuai dengan yang tersirat dalam I Kor 6:12-20. Yaitu yang dapat menjaga diri bahwa tubuh kita adalah bait Roh Kudus yang tidak pantas dinajisi. Oleh karena itu bagi pembaca yang merasa pernah menjadi najis dan pernah berzinah, bertobatlah dan mintalah ampun kepada Allah. Ingatlah terhadap apa yang di ucapkan oleh Yesus sendiri dalam Matius 7:23.
Melalui Usia Setengah Baya
Dari data statistik ternyata usia ikut menjadi peranan besar terhadap nafsu birahi. Bagi wanita, pada umumya usia 25 – 30 th dan 35 – 40 th, sedangkan bagi pria pada usia 25 – 30 dan 45 – 50 th. Pada usia-usia ini terjadi krisis diantaranya kumulasi nafsu birahi + krisis percaya diri + krisis rumah tangga + krisis iman yang membuat Resultante terhadap keinginan melakukan dosa seksual. Pada saat saat inilah iblis leluasa masuk ibarat melalui lorong yang terbuka lebar (Luk 4:13, I Pet 5:8). Dari pengalaman konseling yang saya tangani, para konseli dengan latar belakang suaminya menyeleweng menjadi urutan terbanyak. Dan pada umumnya kejadian ini terjadi (suami yang menyeleweng) pada usia 40 – 50 th, terutama bagi isteri-isterinya yang kurang lebih usianya isteri sebaya atau lebih tua dibanding dengan suami.
Timbulnya nafsu birahi adalah pada umumnya disebabkan sebagai akibat adanya hormon seks yang sangat produktif. Sehingga memerlukan penyaluran yang produktif pula. Dorongan berikutnya ada pada krisis percaya diri, adalah sebagai akibat dari kesadaran dirinya bahwa ia dimakan usia. Satu sisi produksi hormon (nafsu birahi) terus meningkat namun pada perjalanan hidupnya cara bergaulnya telah tidak lagi mampu menjadi “ bintang ”. Dari dua hal ini kemudian timbullah pertanyaan, “masihkah aku punya daya tarik ?” untuk mendapatkan jawaban ini kemudian sekedar coba – coba yang sebenarnya hanya untuk “ testing “ diri pribadi dengan cara coba-coba (sekedar iseng).
Pada krisis rumah tangga, biasanya akan terjadi pada keluarga – keluarga yang kurang romantis dan kurang mampu membina suasana romantisme. Biasanya disebabkan oleh banyaknya tanggung jawab dan tugas pekerjaan yang menyita waktu serta perhatian pada romantisme. Kemesraan hubungan suami isteri menjadi terabaikan atau menjadi monoton (tanpa inofasi dan variasi) ibarat makan seharian, makannya nasi gudeg dan nasi sayur terus menerus. Begitu melihat bistik atau sate, maksudnya begitu melihat masakan yang lebih variatif menjadi “ lupa daratan “. Apalagi bagi keluarga-keluarga yang cintanya masih berkelas cinta eros (cinta kedagingan yang masih di dominasi oleh birahi) dan belum menyentuh cinta yang berdasarkan roh dan jiwa atau cinta agape.
Pada krisis iman biasanya ada pada orang yang sedang sukses sosial dan ekonomi. Biasanya pada orang – orang usia setengah baya adalah saat – saat dimana ia sukses secara ekonomi. Banyak uang dan banyak jabatan, termasuk jabatan pelayanan penginjilan. Apabila merasa bangga karena jabatannya, maka perasaan superior sering muncul dan mendominasi. Tanda tanda ini adalah banyaknya ucapan yang mengatakan ‘sibuk’ atau sok sibuk yang sesungguhnya telah dilanda rendah hatinya telah menipis. Seandainya ia gemar membaca Injil maka akan cenderung menafsirkan sesuai logikanya sendiri, karena merasa tak perlu “ meguru “. Apalagi bila kemudian tak ada waktu baca Alkitab dan belajar, akibatnya dapat ditebak apa pendapatnya terhadap Mat 23:27 ; 28.Hal ini bisa terjadi karena banyaknya orang yang memberi pujian kepadanya (pujian tidak murni, pujian basa basi, pujian yang bernuansa sanjungan dari si penjilat). Disinilah iblis leluasa masuk ! sebab ia terlalu mengandalakan kehebatan dirinya dan merasa superior, tandanya bila dikritik ia marah dan sulit menerima masukan dari orang lain terutama dari orang yang kurang sukses dari segi ekonomi, karena ia cenderung menganggap remeh.
Melalui Ketika Isteri Menopause
Setiap wanita menjelang monopause, biasanya mengalami banyak problem internal yang erat kaitannya dengan hormon dan emosi. Akibat dari dua hal ini akan erat hubungannya dengan interaksi suami - isteri (hubungan emosi dengan suami). Akan banyak keanehan – keanehan yang dapat menjengkelkan suami maupun isterinya sendiri. Hal yang sepele menjadi masalah dan rasa – rasanya tak masuk dinalar.
Dari akibat ini suami seperti terdorong untuk mencari “ hawa sejuk “ diluar rumah, yang besar kemungkinan iblis akan memanfaatkannya. Bagi orang yang beriman pada saat – saat demikian merupakan ujian berat sejauh mana memahami dan memegang firman Tuhan. Karena praktek langsung dari imannya dituntut untuk dibuktikan. Mengapa? Karena kurang lebih empat tahun sampai lima tahun menjelang menopause, banyak kejadian yang tidak jelas juntrungnya dan ujung pangkalnya yang dialami oleh para wanita yang menjelang menopause ini. Kejadian itu diantaranya adalah meningkatnya rasa cemburu terhadap suami, menjadi lebih sensitive sehingga kurang menggunakan akal sehat, pikirannya tidak tenang dan kacau seperti ketika menjelang menstruasi tiba, tetapi ini berlangsung setiap hari terus menerus. Kesemuanya ini sebagai akibat dari adanya perubahan dalam dirinya secara phisik maupun secara non phisik (perasaan , pikiran) diantaranya jika malam hari tiba, maka sering terjadi keluar keringat yang cukup banyak tanpa sebab, pengecapan perasa mulutnya terganggu yaitu gigi-giginya rasanya bak sebagai tembaga, bibir dan lidahnya berubah dalam mengecap rasa, sering pening, wajahnya mulai timbul fleg-fleg kemerah-merahan yang jika dilihat dengan cermin akan mengganggu kecantikannya. Secara hormonal kesemuanya ini sebagai akibat dimulainya berhenti memproduksi hormon progresteron dari dalam tubuhnya secara alami karena faktor usia) yang nantinya akan diikuti oleh berhentinya haid untuk selama-lamanya.
Dalam posisi demikian merupakan saat-saat yang sangat rawan bagi suami untuk meyeleweng, hanya karena isterinya sangat menjengkelkan dan tidak bersahabat, bahkan dikit-dikit salah paham atau marah-marah tanpa sebab yang jelas, bisa-bisa suasana rumah tangganya lebih banyak tidak harmonisnya dibanding dengan yang romantis. Disinilah rawan iblis masuk dalam rumah tangga jika tidak dilandasi oleh pengetahuan dan doa.
Menghilangkan Kemesraan
Menjadi tipisnya kemesraan antara suami dan isteri yang biasanya timbul sebagai akibat adanya yang kurang harmonis dalam rumah tangga, terutama sebagai akibat dari salah satu, suami atau isteri merasa lebih hebat atau merasa selalu benar atau saling ingin dominan akan menimbulkan kejengkelan – kejengkelan atau kemarahan – kemarahan.
Kejengkelan dan kemarahan ini akan menggangu romantisme hubungan suami isteri karena biasanya tidak ditampakkan secara fulgar jika sebenarnya terjadi kejengkelan atau merasa kalah dalam dominasi keluarga. Sebenarnya hanya berawal dari komunikasi yang tidak terjaga baik dan kemudian komunikasi itu sendiri terganggu, jadi sudah tidak terjaga dengan baik masih ditambah lagi dengan terganggu. Komunikasi yang terlalu jujur atau polos tanpa ada basa- basi menyesuaikan situasi tidak selalu tepat digunakan dalam segala situasi, kebalikannya komunikasi yang selalu ada basa-basi dan banyak tidak jujur juga tidak selalu tepat digunakan dalam segala situasi. Jadi penggunaan model komunikasi ini juga memerlukan seni berkomunikasi agar terjadi komunikasi yang baik dan dapat menjaga situasi tanpa menghilangkan sesuatu yang harus dikomunikasikan. Pada saat-saat tertentu harus jujur, dan pada saat-saat tertentu harus bisa berbasa basi. Jika tanpa memperhatikan lawan komunikan perasaannya sedang bagaimana, misalnya asal jawab maka akan dapat membuat situasi yang baik menjadi tidak baik dan panas. Terlebih jika kebetulan yang menerima jawaban sedang dalam posisi sensitif atau temperatur tinggi atau sedang dalam keadaan ”siklus”.
Dari uraian ini, sebaiknya setiap komponen keluarga (suami atau isteri) semestinya menyadari bahwa menjaga situasi untuk selalu dalam posisi mesra tidak bisa dengan cuma mengandalkan bahwa karena sudah menjadi suami dan isteri lalu asal bicara polos-polosan saja tanpa melihat situasi dan kondisi. Karena faktanya setiap individu apakah isteri atau suami posisi pikiran dan perasaannya berubah-rubah sesuai dengan beban pikirannya yang sedang menjadi beban saat itu. Beban pikiran tidak hanya beban keluarga secara makro saja tetapi juga beban secara individu yang bersifat pribadi, misalnya saja seorang ibu yang sedang mencemaskan anaknya karena lupa membawa salah satu perlengkapan sekolah katakanlah tipe ex. Meskipun ini menurut suami hanyalah sesuatu yang sepele, tetapi jika isteri mencemaskannya maka sudah menjadi beban pikirannya. Begitu pula suami, andaikata tadi dalam pekerjaan habis berselisih paham dengan relasi atau karyawannya bisa jadi ini menjadi beban pikirannya yang menjadikan menipisnya romantisme dengan isteri. Hal-hal yang demikian suami dan isteri perlu mempersiapkan diri senantiasa dalam berkomunikasi agar selalu terjaga dengan baik. Dengan kata lain kedua belah pihak tetap harus selalu saling menjaga, tidak asal berkomunikasi tanpa pikiran hanya dengan alasan karena sudah menjadi suami dan isteri, dengan anggapan harus dapat menerima dalam segala keadaan apa adanya, ingatlah suami maupun isteri bukan malaekat yang sempurna.
Penyakit yang lain adalah adanya perasaan super yang menghinggapi dirinya yaitu merasa lebih, dan biasanya perasaan seperti ini ter-implementasikan dalam sepak terjangnya sehari-hari. Sikap dan gayanya menjadi boss, lupa bahwa isteri atau suaminya adalah bukan anak buahnya (karyawannya) atau muridnya. Sikap dan gaya semacam ini jika terlalu lama, apalagi jika ditambahi dengan terlalu sering menyalahkan, meskipun faktanya memang kedapatan salah, akan menimbulkan depresi bagi yang sering disalahkan. Depresi kecil-kecilan ini akan mengganggu komunikasi dan menipisnya kemesraan hubungan antara suami dengan isteri. Dan kemudian juga mengganggu komunikasi yang menjadi kurang sehat. Depresi terselubung atau kecil-kecilan ini kadangkala akan menelorkan kalimat-kalimat atau tindakan yang kurang menyenangkan dan kurang nalar. Jadi jika dalam komunikasi keluarga sering terjadi kalimat dan tindakan yang kurang nalar perlu dicermati apakah ia sebenarnya sedang dalam keadaan depresi.
Penghilangan depresi ini salah satunya cara adalah diajak refresing apa saja yang dapat membuat menjadi terhibur, bisa sekedar diajak ngrumpi dan kemudian menghasilkan pencurahan isi hati, atau makan-makan diluar atau jalan-jalan di Mall pokoknya yang kira-kira menjadikan senang dan lega karena bisa rileks.
Rohaninya Di butakan
Cemburu buta oleh isteri terhadap suami biasanya hanyalah ibarat merupakan batang pohon yang nampak sebab berada diatas tanah, tetapi sesungguhnya yang terjadi bukanlah cemburunya itu sebab yang sesungguhnya adalah ibarat akar yang tertanam dalam tanah. Namun akar batang pohonnya yang tak nampak tersebut biasanya sangat beraneka ragam. Hal ini berdasarkan pengalaman yang saya tangani pada banyak konseling keluarga. Berikut beraneka ragam masalah dan kejadian yang kemudian nantinya akan menjadi penyebab terjadiya cemburu buta.
Kebutuhan Biologis Yang Tak Terpenuhi
Dari banyak kasus yang saya tangani, kebanyakan yang merasa kurang terpenuhinya kebutuhan biologis (kurang puas) pada umumnya adalah isteri. Jarang suami yang merasa kekurangan kebutuhan biologisnya. Karena biasanya suami yang kekurangan kebutuhan biologisnya lebih banyak mencari jalan pintas dengan “jajan diluar” bukan melampiaskannya dalam bentuk cemburu terhadap isteri, kecuali bagi mereka yang tidak “mau jajan” diluar atau yang suami hidupnya numpang isteri (suami pengangguran). Suami yang cemburuan biasanya dilatar belakangi bahwa justru dirinya sendiri (suami) merasa mempunyai kekurangan dalam bidang seks, atau merasa kurang di dalam penampilan istilah lain kurang PeDe.
Isteri-isteri yang merasa tidak terpenuhi kebutuhan seksnya (kurang puas), biasanya dalam usia 30 – 48 th. Untuk yang usia sekitar 30 th biasanya riel kurang kenyang. Sedangkan yang sekitar 40 th ke atas bukan riel kurang kenyang, melainkan karena gangguan emosional oleh sebab usia ( ± 40 th ) inilah yang rawan berselingkuh karena sedang dalam gangguan emosional yang berkaitan erat dengan masalah pertumbuhan hormon dalam tubuh. Oleh sebab itu pria-pria hidung belang atau pemuda-pemuda gigolo ada yang lebih suka mencari teman kencan dengan wanita-wanita setengah baya ( ± usia menjelang 40 th ). Untuk wanita-wanita yang kekurangan “jatah” biologisnya namun ia tidak berselingkuh, biasanya melampiaskannya menjadi cemburu terhadap suami. Kekurangan kebutuhan biologis ini banyak penyebab. Ada penyebab dari suami yang terlalu padat bekerja sehingga kecapaian dari sudut phisik dan psikis, sebab dari kecapaian ini libido akan turun drastis, karena hormon yang semestinya untuk keperluan seks telah disedot menjadi energi untuk bekerja secara otot dan pikiran. Secara otomatis juga mengurangi kemampuan dan mengurangi frekwensi aktivitas seks yang biasanya tiap hari, bisa menjadi seminggu sekali, yang biasanya berdurasi 15 menit menjadi 3 menit. Hal inilah yang menjadikan isteri kelabakan karena kekurangan “jatah” atau kurang kenyang.
Jika tidak karena tersebut diatas, suami kurang punya variasi, yaitu selalu menggunakan cara-cara konvensional dan monoton jika bersenggama. Selain kecapaian dan monoton kurang variasi, juga bisa karena suami sedang setres atau depresi. Pikiran dari beban berat (stress) akan sangat berpengaruh pada libido yang biasanya menjadi enjakulasi dini, sebab energinya telah dihabiskan untuk menanggapi steresnya atau depresinya. Setres yang berkepanjangan dapat berakibat terkena depresi yang berarti akan menambah lebih parah lagi terhadap kemampuannya untuk ereksi. Nah karena kurang mampunya berereksi dengan jangka waktu yang panjang ini, isteri belum mencapai orgasme tetapi suami telah keok duluan. Padahal sebagai akibat melakukan bersenggama dengan tidak sampai melakukan orgasme, akan sangat mengganggu pikiran dan perasaan yang akibatnya juga merembet ke emosi. Terkecuali jika memang disengaja untuk tidak sampai orgasme (dilakukan dengan kemauannya secara sadar)
Jika suami dalam posisi tersebut diatas tanpa diikuti dengan pengertian yang benar oleh isteri (isteri tidak paham betul penyebab – penyebab yang membuat menurunnya kemampuan seks) biasanya isteri menjadi bertanya-tanya dalam hati, jika ada pihak ketiga yang bikin gosip, maka timbullah cemburu meskipun tidak beralasan. Karena isteri tidak bisa menerima kejadian tersebut dengan begitu saja dan juga tidak dapat memaafkannya begitu saja meski suami tidak bersalah, karena suami memang tidak berselingkuh. Tentu jika suami tidak menyadari kekurangannya, kecemburuan oleh isterinya ini akan menjadi masalah yang bisa saja berkepanjangan.
Melaui Pengaruh Ekonomi
Kegoncangan ekonomi yang berkepanjangan juga dapat memicu terjadinya kecemburuan. Meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa ada yang ekonominya sedang menanjak tetapi juga timbul kecemburuan dari sebab menanjaknya ekonomi tersebut.
Ekonomi yang merosot sampai dengan mengganggu cash flow ekonomi rumah tangga membuat isteri menjadi tegang. Akibat tegang yang terus menerus dan tidak terjawab doanya (tak terpecahkan masalahnya) apalagi sampai harus menjual harta kesayangannya akan sangat portensial untuk menjadi emosional. Tegang + emosional + belum mendapat jalan keluar, akan rawan terhadap pikiran yang membayangkan keluar dan melamun yang tidak – tidak. Pikirannya menjadi kurang rasional. Pelampiasannya adalah cemburu tanpa dasar.
Ekonomi yang nanjak juga bisa membuat kecemburuan jika ekonomi yang nanjak tersebut membuat berubahnya gaya hidup dan pergaulan yang tidak melibatkan isteri. Teman bisnis berubah, menjadi lebih royal dan isteri hanya ditinggal dirumah (meskipun dicukupi dari segi materialnya). Perubahan gaya hidup yang tidak mengikutsertakan isteri inilah yang menjadi pemicu adanya kecemburuan. Apalagi pulangnya kerumah menjadi sering lewat malam.
Merasa Mempunyai Kekurangan
Tidak semua suami – isteri yang mampu melakukan komunikasi yang sehat. Akibat dari tidak adanya komunikasi yang sehat ini adalah masing – masing (suami – isteri) tidak terlalu mengenal dengan jelas permasalahan yang dihadapi masing – masing pihak. Sisi lain, tiap orang mempunyai pendapat yang tak terkatakan, yakni pendapat dalam hati, manakala pendapat dalam hati ini membayangkan sesuatu akan timbul pertanyaan – pertanyaan. Anehnya pertanyaan ini juga tidak disampaikan (tidak di pertanyakan secara verbal), hanya ada dalam hati saja. Pertanyaan dalam hati ini disebut juga menduga - duga (mempunyai dugaan sesuatu) untuk membuktikan dugaan ini ia tidak menanyakan, tetapi mencoba mencari jawaban melalui mengamati gerak-geriknya. Contoh : suami berubah sikap. Biasanya pulang kantor masih sore dan sesudah di rumah banyak bicara. Namun setelah pulang kerjanya sering malam dan tidak banyak bicara.
Perubahan perilaku ini sesungguhnya oleh sebab bisnis yang menuntut adanya perubahan. Yaitu bertambah banyak volume pekerjaan, oleh sebab itu pulangnya menjadi sering terlambat menjadi lebih malam. Sedangkan kurangnya ia bicara adalah karena terlalu letihnya secara phisik dan psikis. Ia menjadi pendiam, biasanya perilaku yang demikian ini diikuti dengan menurunnya libido.
Pada posisi demikian anehnya isteri tidak bertanya langsung pada suami, malah sharing kepada teman-temannya sesama ibu-ibu, bisa jadi jawabannya akan memicu terhadap dugaannya bahwa suaminya punya simpanan. Karena ibu-ibu temannya tidak mendapat informasi yang lengkap, dan kemudian menanggapi hanya sesuai pengetahuannya ‘sesuai pada umumnya’ yang tidak bisa dipertanggung jawabkan atau sesuatu jawaban yang ilmiah, jawaban ini akhirnya berbentuk gosip (menjadi gosip).
Banyak terjadi isteri- isteri tidak berkomunikasi sehat dengan suaminya, melainkan justru curhat dengan sesama ibu-ibu ketika kumpul pada waktu arisan atau lewat telepon. Kemudian isteri menghubung-hubungkan kejadian demi kejadian dengan tidak akurat. Sebagian hanya dugaan atau perkiraan. Jika hal ini langsung disikapi negatif, berarti isteri telah membuat suatu kesimpulan yang salah terhadap suaminya. Dan hal seperti ini sama saja membuka peluang untuk terjadinya konflik. Dengan bentuk cemburu, meskipun sebenarnya tak ada alasan untuk cemburu, sebab fakta yang terjadi tidak berselingkuh.
Karena Luka – luka Lama
Luka – luka lama atau juga disebut akar kepahitan adalah merupakan trauma dari kejadian masa lalu. Berarti harus pernah terjadi sesuatu. Berarti pasangannya pernah mengadakan perselingkuhan yang akhirnya ketahuan dan menimbulkan sakit hati.
Tindakan yang dilakukan tidak sekedar tindakan preventif atau pengamanan. Tetapi lebih dari itu. Luka hati biasanya lebih pedih daripada saat – saat kejadian. Jika sakit hati pada waktu kejadian, fakta masih didukung oleh situasi dan kondisi. Artinya ketika sakit hati itu timbul, yang bersangkutan tidak selalu dalam posisi ketakutan atau mudah marah yang akut. Karena dilingkupi oleh kondisi dan situasi saat itu. Namun jika luka lama, emosi yang melingkupi adalah pasti pada posisi marah dan tak ada pengampunan. Sehingga sudah didasari hati dan emosi yang tidak baik dan kemudian ditumpangi dengan rasa pedih yang masih diingat – ingatnya, yang kemudian menjadikan trauma.
Biasanya orang yang mempunyai trauma luka – luka lama ini pintu nalarnya tidak mudah mau membuka diri. Belum – belum sudah didasari rasa ketakutan yang berlebihan bahwa kejadian lama akan menghantui dan akan terulang lagi. Perasaan menghantui inilah menjadikan cemburu, atau tindakan emosional yang kurang terkendali. Persis dengan seseorang yang ketakutan sesuatu.
Jalan keluarnya harus melalui pihak ketiga yang dianggap netral (tidak memihak). Sebab begitu ia mensinyalir bahwa pihak ketiga berpihak pada “musuh” ia kontan tak akan membuka pintu. Tugas utama pihak ketiga adalah memasuki wilayah nalar supaya nalarnya berjalan normal. Mendorong untuk mampu berfikir secara jernih, sebab akibat dari mampu memilah – milah mana yang lebih penting dan mana yang kurang penting akan membuat menjadi bukan harga mati siapa yang salah dan siapa yang benar. Sebab jika masih bersikukuh siapa yang salah dan siapa yang benar (harga mati), ia akan sulit untuk mengampuni. Namun jika ia mampu melihat mana yang lebih penting yang harus diutamakan maka baru ia bisa mengampuni kesalahan. Tanpa pengampunan dari dirinya untuk memaafkan kesalahan pasangannya pada masa lalu cemburu terus akan mewarnai sepak terjang dan pikirannya, sehingga pemulihan tak terjadi, yang terjadi justeru cemburu buta dan perselisihan.
Untuk itu mencari orang ketiga harus hati – hati dan harus orang yang mempunyai pengetahuan dan kemampuan untuk memberi kesadaran serta mempunyai kharisma supaya advisnya didengar dan mendorongnya untuk mau berfikir secara jernih dan jujur. Bisa jadi mulutnya bicara ya, tetapi hatinya masih dongkol, bicara ya hanya untuk menyenangkan konselor.
Karena Melihat Orang Lain
Perselingkuhan bagi orang yang diluar Tuhan adalah merupakan sesuatu yang umum. Sembilan dari sepuluh orang berselingkuh. Namun keadaan perselingkuhannya berbeda – beda. Ada yang hanya iseng – iseng karena bukan hobi. Ada yang memang gemar berselingkuh atau orang jawa mengatakan klintoh. Kemudian dari sisi teman selingkuh ini juga berbeda – beda. Ada yang juga tidak sengaja mau melayani rayuan gombal orang lain. Ada yang dipakai memang untuk mata pencaharian (PSK ) untuk yang PSK ini ada dua kelompok. Satu kelompok yang wajar – wajar saja. Artinya seperti penjaja biasa, kalau ada “orang beli” ya dilayani dan jika tidak “beli” juga tak dilayani atau tidak diambil pusing. Tetapi ada kelompok lain yang jahat. Ia dengan sengaja mencengkeram mangsanya untuk tidak bisa berkutik. Tidak jarang ia menggunakan kuasa – kuasa gelap. Jika motivasinya hanya kepuasan batin, korban tidak terlalu parah. Tetapi jika mengcengkramnya bermotivasi uang, korban akan mejadi sangat parah. Korban selain lupa anak dan isteri, ia dengan rela menuruti segala permintaan yang ia pinta (Herodeas ; Mat 14:7) Bisa saja PSK tersebut menggaet orang yang sebenarnya tidak ingin berselingkuh, namun karena PSK ini mensinyalir bahwa ia banyak uang dan akan menguntungkan, maka digaetnyalah dengan japa-japi (kuasa gelap) sehingga ia menjadi tergila-gila cinta, bahasa jawanya terkintil-kintil, dan dukun Jawa biasanya menggunakan bunga kantil sebagai sarana (alat). Jadi hati-hatilah dan waspadalah jika ada seseorang sengaja membawa atau memakai bunga kantil dalam berinteraksi dengan anda. Kejadian semacam ini sangat mengerikan bagi yang melihat (karena yang melihat dalam keadaan sadar). Jika yang melihat (mengetahui dengan melihat dengan mata kepalanya sendiri) kurang kuat dalam iman dan nalarnya kurang, maka ia bisa jadi akan terkena trauma. Trauma dari yang melanda orang lain yang ia lihat. Dari hal ini, karena ia kurang beriman dan berpikiran sempit maka ia ketakutan kalau – kalau hal serupa melanda pasangannya sendiri (suaminya).
Tindakan pengamanannya yang ia lakukan tidak melalui doa dan strategi tetapi melalui proteksi yang tanpa teori. Ia terlalu khawatir sehingga sangat melindunginya (sangat protektif) yaitu dengan tindakannya berupa cemburu buta tanpa dasar karena sangat ketakutan jika pasangannya tergaet.
Pada jaman modern ini, cengkeraman wanita terhadap pria-pria beristeri tidak hanya dilakukan oleh PSK – PSK saja, tetapi juga oleh wanita – wanita yang bukan berprofesi sebagai WTS / PSK. Banyak gadis – gadis (tua) yang berupaya menjerat suami orang lain dengan motivasi cari “nafkah batin”. Karena gadis ini kesulitan mencari suami yang betulan, namun disisi lain ia telah tidak mampu “berpuasa” dibidang biologis, maka demi terpenuhi kebutuhan seksnya tidak jarang gadis – gadis ini “pinjam paksa” suami orang lain dan dicengkeramnya. Oleh karena itu jika ada isteri – isteri yang melihat dan mengerti terhadap kejadian ini, pantaslah jika ia cemburu buta terhadap suaminya. Atmosfer suami isteri jika telah dilingkupi kecemburuan yang keterlaluan akan mudah terjadi salah paham (pertengkaran mulut).
Melalui Isteri Menekan Suami
Ada semacam isu bahwa para ibu – ibu mempunyai organisasi yang disebut ITS singkatan dari Isteri – isteri Tekan Suami, dan kemudian ada guyonan suami – suami takut isteri atau ISTI. Organisasi ini hanya organisasi guyonan dalam pembicaraan sehingga tidak ada ornagisasi tersebut secara riil / sungguh-sungguh. Tetapi sepak terjangnya ada, timbulnya sepak terjang semacam ini melalui kumpulan – kumpulan arisan pada ibu – ibu tersebut atau kegiatan lain yang intinya membuat terjadinya kumpul-kumpul secara rutin yang tanpa dihadiri oleh suaminya masing-masing. Pada waktu ibu – ibu (isteri – isteri) kumpul, mereka saling tukar pengalaman dan berdiskusi tentang suami masing – masing dalam rangka ingin menyenangkan dirinya sendiri atau mau menang terhadap suaminya. Tekanan yang mereka lancarkan beraneka ragam.
Dari sudut posisi isteri yang pegang kunci memang memungkinkan isteri menekan suami meskipun tidak mengikuti perkumpulan arisan yang didominasi oleh orang – orang yang menekan suami. Tekanan – tekanan yang paling halus adalah kemanjaan. Jika naik mobil minta pintu dibukakan pintunya, minta diperlakukan sebagai permaisuri atau ratu. Kemudian ngambek jika permintaan isteri tidak dituruti. Minta dibelikan sesuatu yang sebetulnya belum waktunya untuk dibelikan dll. Tekanan yang kuat adalah cemburu. Biasanya isteri yang belum bisa menerima orang lain tampil lebih cantik atau tampil lebih baik darinya (punya rasa iri hati) yang punya potensi cemburu pada suami.
Kecemburuan terhadap suami sebenarnya tidak beralasan. Sebab sesungguhnya hanya karena mempunyai rasa iri hati rasa dengki terhadap wanita lain yang kebetulan menjadi relasi suaminya, ia tidak menerima jika ada wanita lain yang lebih dari dia dalam banyak hal (penampilan, kecantikan, kekayaan dll.). Sebenarnya isteri yang demikian ia kurang PeDe, selalu berprasangka bahwa dirinya banyak kekurangan, sehingga takut jika suaminya digaet oleh perempuan lain yang menurut bayangan dia mempunyai kelebihan daripadanya. Pelampiasannya kemudian dengan menekan suami. Isteri – isteri semacam ini biasanya ketika melihat wanita lain yang cantik (tanpa diminta) ia mengomentari / melontarkan kata – kata negatif atau mencibirkan mulutnya (bahasa jawanya mencep).
Ada juga isteri – isteri yang menekan suami tetapi tidak berkonotasi cemburu. Ia menekan suami karena punya power atau suami terlalu mabuk cinta kepada isteri. Mungkin yang lebih kaya isterinya, atau yang lebih pandai isterinya sehingga suaminya sering kepeleset. Penulis punya banyak kenalan yang modelnya demikian. Suaminya diposisikan sebagai “patung” atau sopir isteri, yang memerintah suami atau mengatur suami adalah isterinya, jadi dalam hal ini yang menjadi komandan adalah isteri. Suami biasanya tidak mau membantah karena malu jika ribut, dan biasanya suami yang demikian memang punya kelemahan yang diketahui oleh isterinya.
Pada posisi seperti ini, dapat mendorong suami berselingkuh, dorongan itu berasal dari keninginannya mendapat kebebasan. Jika dirumah rasanya seperti pesakitan yang dikawal polisi. Dalam hatinya ia ingi bebas merdeka. Orang yang pasti sanggup memberi kebebasan dan memanjakannya adalah PSK.
Buku seri 5, 6 & 7 merupakan satu kesatuan topik, seyogyanya dibaca semua.
Jika diperlukan Anda dapat berkonsultasi melalui telepon:021-98791377, 024 -7473096, 08889149388
Bagi yang tergerak untuk mendukung pelayanan ini
Dapat mengirimkannya ke Bank mandiri
a/n Sudaryono AC no. 135 000 3099 890
DOAKAN PELAYANAN
CD GRATIS UNTUK MENJANGKAU YANG TIDAK SUKA INTERNET
*) Baverly 65:25
**) Guyton 1994 : 317
SERI 6
lanjutan seri 5
PIKIRAN YANG MENGGANGGU
(LANJUTAN SERI 5)
K
emampuan pikir seseorang tidak hanya masalah IQ yaitu cerdas atau tidak cerdas, pandai atau tidak pandai. Tetapi juga menyangkut punya pandangan luas atau hanya berpandangan sempit, ia mempunyai kelemahan kurang mampu menganalisis sesuatu dari banyak sudut pandang. Juga kurang mampu membuat detail – detail masalah. Logika pikirannya cenderung global dan sempit. Ia melihat segala sesuatu dalam prospektif global (intinya apa) karena tidak mampu melihat secara detail. Orang –orang yang demikian agak sulit diberi penjelasan atau masukan yang bersifat baru dan mendetail. Alasannya ia tak mau bertele – tele, biasanya ia bilang bahwa ia adalah orang yang praktis sehingga maunya yang pragmatis saja katanya; yang sesungguhnya belum tentu demikian.
Jika kelemahan semacam ini tidak diketahui oleh pasangannya (suami atau isterinya) niscaya akan sering terjadi beda pendapat atau membuat kejengkelan – kejengkelan yang akhirnya akan memicu adanya percekcokan, hanya karena percaya bahwa ia orang praktis. Dari hasil pengetesan kami melalui psikotes terhadap ribuan orang, memang ada orang-orang yang kemampuan pikirnya sangat terbatas. Yaitu kurangmampu berfikir secara meyeluruh dan jernih. Dan tak mampu membayangkan segala sesuatu secara jelas dan benar. Nah orang-orang yang demikian dalam pergaulan biasanya berlagak sok ngerti namun sesungguhnya belum mengerti betul, sehingga akhirnya terjadi beda pendapat dan berselisih paham.
Sisi lain, jika ia merasa ketakutan akan suaminya atau isterinya di gaet oleh orang lain maka ia akan cemburu. Ia akan banyak cemburu sebagai akibat dari kurang mampunya mencari tahu sebab–sebab pasangannya (suami atau isteri) melakukan sesuatu. Jadi belum apa-apa telah ketakutan oleh banyangannya sendiri dahulu yang membuatnya ia menjadi cemburu tanpa dasar.
Salah satu contohnya :
Suami isteri yang kedua-duanya bekerja. Suami bekerja sebagai adminitrasi BPR (Bank Perkreditan Rakyat) yang jumlah karyawannya tidak terlalu banyak begitu pula lingkup pekerjaannya tidak terlalu luas. Sedangkan isteri bekerja menjadi PR diperusahaan eksporter yang cukup besar. Tidak sengaja suami melihat dengan mata kepala sendiri bahwa isterinya sedang makan–makan di restoran besar dengan seorang buyer (boss) importer. Sesampainya dirumah langsung terjadi perang mulut dengan latar belakang cemburu. Suami tak mau mengerti itu buyer atau bukan, yang ia pertahankan pokoknya ia berduaan makan–makan di restoran dan kelihatan mesra dan itu bukan atasannya. Ia tidak mau tahu bahwa kala itu ia diminta oleh boss untuk menemani makan buyernya yang dari luar kota. Tetapi suami berpikiran bahwa isteri punya Pria Idaman Lain.
Mengapa hal ini terjadi, sebab suami punya kelemahan tidak mampu melihat sesuatu dari banyak sudut pandang dan kepentingan atau dengan kata lain berpandangan sempit. Sehingga ia cenderung berpikiran sempit. Tidak mengerti jika PR itu ada tugas yang disebut meloby buyer atau relasi. Suami mengertinya bekerja itu seperti yang ia lihat di BPR yang cuma menerima tamu didalam kantor atau mengerjakan administrasi dikantor. Melobynya cukup dengan merayu dengan omongan dan janji – janji, tak perlu traktir makan direstoran segala. Dikarenakan tidak paham, bahwa semacam ini merupakan salah satu tugasnya, maka ia menjadi cemburu. Dikiranya boss itu mentraktir isterinya. Padahal yang benar yang mentraktir makan adalah perusahaan isterinya.
Mengapa cemburu? Selain karena pandangannya yang sempit juga bisa jadi karena cintanya kurang tulus. Akibat dari cinta yang kurang tulus ini membuat motivasi cintanya hanya untuk memiliki (mendapatkan), nah ekses dari ingin memiliki ini jika merasa tidak dapat sepenuhnya menguasahi maka akan menjadi marah, pelampiasan amarahnya ini menjadi cemburu. Jika cintanya itu tulus, niscaya dapat mempersempit keinginannya untuk harus menguasahi, berarti tidak menjadi pencemburu dan pemarah, jadi sebuah cinta suami-isteri itu memerlukan ketulusan hati. Cintanya Abraham terhadap Sarai yang tulus menjadikan keberaniannya mengaku sebagai saudaranya dihadapan raja Melkisedik, begitu pula ketulusan cintanya Yusuf terhadap tunangannya Maria yang mengandung dari Roh Kudus, membuahkan Yusuf tidak menceraikannya agar supaya Maria tidak menanggung malu. Ketulusan tidak hanya bisa meredam kemarahan, kecemburuhan dan tindakan negatif lain yang merugikan, tetapi juga menghasilkan berkat dari Allah. Tulusnya kecintaan Abraham terhadap Sarai isterinya dan cintanya Melkisedik juga terhadap Sarai yang juga ketulusannya untuk menolong Abraham, membuahkan turunnya ‘proteksi’ dari Tuhan yang langsung mengingatkan Malkisedik untuk tidak terkana dosa, dan memproteksi Abraham untuk juga tidak terkena dosa, malah mendapat berkat jasmani melalui raja Melkisedik. Jika Abraham cintanya terhadap Sarai tidak tulus, pastilah Abraham akan cemburu terhadap sarai jika mengaku sebagai saudaranya. Begitu pula ketika Melkisedik tidak tulus dalam menolong Abraham, pastilah Abraham tidak dihadiahi sejumlah ternak dan yang lain-lain karena keinginannya (nafsunya) mengawini Sarai tak terpenuhi, bahkan jika Melkisedik marah karena kecewanya bisa jadi Abraham dibunuh, atau minimal tidak diberi sejumlah ternak. Begitu pula Yusuf pasti tidak mau mengawini Maria, sebab selain gengsi juga menuduh Maria berselingkuh. Jika suami-isteri dapat meneladan Yusuf dan Abraham yaitu cintanya tulus, niscaya kedamaian dalam rumah tangganya akan terpelihara dengan baik.
Rohani yang dibutakan berakibat bermacam-macam akibat perilaku yang semuanya akan bermuara atau berbuntut kepada cemburu dan renggangnya hubungan suami isteri, kendati menurutnya maksudnya ia bertindak seperti itu ia sebenarnya tidak mau dipisahkan dengan kekasihnya. Namun karena rohaninya “buta” maka tindakannya tidak terarah dan tidak terstruktur. Persis seperti orang buta yang berjalan membawa tongkat, dimana tongkatnya dipukulkan kekanan dan kekiri. Secara ekstrem orang yang sedang dibutakan rohaninya seperti sedang abnormal, alias kurang bernalar jernih, dan ia tidak mampu melihat posisinya dimana, ada pada posisi yang benar atau ada pada posisi yang salah. Tekanan suami atau isteri yang berpikiran sempit ini juga dapat mendorong isteri untuk benar-benar mempunyai PIL, atau suami mempunyai WIL karena suasana di rumah yang tidak nyaman.
“KERETAKAN” MENDORONG PERSELINGKUHAN
Ketika tulisan ini ditulis, kebetulan sedang musim penghujan. Pada musim penghujan rumah – rumah yang kurang sempurna biasanya terjadi kebocoran yang hanya dapat dilihat jikalau terjadi hujan lebat. Biasanya penanggulangan sementara yang dilakukan adalah dengan menyingkirkan barang – barang berharga di sekitar kebocoran supaya tidak terkena air hujan. Atau kemudian mencarikan tempat (bisa ember, bisa panci dan apa saja) untuk menampung kucuran kebocoran tersebut supaya airnya tak kemana-mana. Biasanya begitu hujan itu reda, apalagi dalam waktu lama tak terjadi hujan, maka terjadilah “lupa” memperbaiki sumber kebocoran tersebut. Apabila pemilik rumah tidak ahli tentang pertukangan apa yang akan terjadi ? Sekian tahun kemudian, tahu – tahu rumah tersebut harus direvisi berat karena kayu konstruksinya rapuh dan membusuk. Sebagai akibat terkena kebocoran yang terlupakan karena tidak nampak, minimal kayu perangkai plafonnya (plafon hanger) yang busuk. Dalam rumah tangga juga terjadi hal yang serupa. Bedanya bukan bentuk kebocoran akibat hujan, melainkan kebocoran iblis masuk dengan licik dan halus ! Sehingga tidak terlihat bahwa itu iblis. Itu hanya slip in tongue. Padahal itu iblis yang menyusup. Iblis mengacau kita dengan berbagai cara, bahkan bisa menyamar sebagai malaikat terang. Ibarat jambu yang didalamnya ada bibit ulatnya.
Hal itu tidak uasah mengherankan, sebab iblispun menyamar sebagai malaikat terang
(II Kor 11:14).
Biasanya kebocoran itu terjadi melalui dari sekedar tidak ‘mau mengalah dalam bicara’. Sering terjadi perbedaan pendapat antara suami dan isteri. Suami lebih mengalah dan lantaran kebetulan suami lebih dewasa dan lebih rohani. Dengan alasan malu terhadap anak – anak apalagi di dengar tetangga, “masalah sepele saja kok dipanjang - panjang” , sudahlah tak perlu diperpanjang lagi, batinnya sehingga ia banyak mengalah. Dan nyatanya juga reda, saat itu berhentilah pertikaian itu. Beberapa bulan lagi terjadi lagi pertikaian mulut kecil-kecilan lagi. Penyelesaiannya sama lagi yaitu suaminya mengalah lagi sebab malu didengar tetangga jika ribut. Beberapa bulan lagi terulang lagi dan terulang lagi dan lama – lama semakin seru. Mengapa semakin seru ? banyak hal penyebabnya.
Pertama :
Isteri merasa bangga, suaminya kalah bertengkar. Ia menganggapnya isterilah yang benar, buktinya suami tak bisa jawab dan tak bisa menang. (Padahal maksud suami tak memperpanjang pertengkaran karena mengalah dan malu dan demi menjaga kedamaian). Akibat hal ini, isteri menjadi menganggap ringan dan menganggap remeh dan kemudian semakin ada keberanian terhadap suami. Apalagi rasa hatinya menjadi plong atau lega jika berhasil bisa menundukkan suami dalam bertengkar, isteri lupa bahwa plong itu berarti ada lobang, ada rongga sebagai tempat tinggal iblis bercokol dibalik semua kejadian !.
Kedua :
Salah satu pihak atau kedua belah pihak tidak teliti, bahwa akibat yang kecil itu adalah embrio atau bibit sesuatu yang akan menjadi besar. Dan masih di tambah tidak memikirkan akibat jangka panjangnya. Artinya, sama sekali tidak memikirkan akibat negatif dari kata – katanya yang dapat membuat menyakitkan hati sehingga memancing pembalasan pada kesempatan yang akan datang. Berarti sama saja menabur unak dan duri di tanah ladang keluarga miliknya (Ibrani 6:8). Tumbuhnya juga duri dan unak.
Karena yang merasa kalah akan menjadi sakit hatinya, dan kedua – duanya bisa sama – sama sakit hati, sehingga tanpa sadar sudah menyimpan iblis, yaitu dimana (telah tertulis) cita-cita iblis suatu ketika nanti akan balas dendam ! karena sakit hati.
Hati – hatilah terhadap tutur kata karena bisa membuat sakit hati dan dendam dan ini bisa membuat malapetaka yang besar (Maz 52:4 ; Yak 3:4, 5, 6 ).
Engkau merancangkan penghancuran, lidahmu seperti piasau cukur
Yang diasah, hai engkau penipu !
Mazmur 52:4
Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan 0leh kemudi yang amat kecil menurt kehendak juru mudi. 5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar. 6 Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat diantara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.
Yak 3:4,5,6
Ketiga :
Merasa super, merasa paling punya hak dan akibatnya selalu membenarkan dirinya sendiri. Hal ini sebagai akibat tidak adanya rendah hati. Karena tidak mau direndahkan sehingga jika dalam percaturan ia merasa diremehkan, maka ia akan tersinggung. Karena mudah tersinggung inilah mendorong untuk suka membantah. Karena merasa diremehkan. Orang yang suka demikian biasanya adalah orang yang kurang mau tau diri dan biasanya berpikiran sempit, tidak mau mengakui kekurangannya sehingga merasa dirinya adalah orang yang paling benar, tetapi mengapa ia selalu diremehkan ? Demikian perasaan dalam hatinya. Karena merasa hebat, namun merasa tidak diperhatikan, merasa tidak didengarkan suaranya, merasa tidak dianggap. Kemudian ia over kompensasi ingin dihargai dan ingin “kelihatan” atau ingin diperhitungkan keberadaannya. Bisa jadi perasaan ini timbul karena ia bodoh dan bisa jadi karena kerohaniannya belum mendalam sehingga perlu ditanamkan pengetahuan rendah hati, rendah hati berarti lebih mendahulukan orang lain dan mengakui kekurangan dirinya sendiri dan kelebihan orang lain (Filp 2 :3) .
Struktur Organisasi
Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Kolese menegaskan pentingnya struktur organisasi kekeluargaan
Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya didalam Tuhan. 19 Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan jangan berlaku kasar terhadap dia.
Kolose 3:18,19
Dalam Kol 3:18 – 4 : 6. dapat dibaca dengan lengkap apa yang dimaksud dengan struktur organesasi keluarga yang harus dipatuhi. Karena struktur organisasi suami – isteri dan anak ini sebenarnya merupakan regulator dan katalisator atau pengendali berbagai intrik – intrik rumah tangga.
Jika suatu saat, suami benar – benar melakukan suatu kesalahan, namun isteri sadar aka kedudukannya sebagai isteri yang harus tunduk kepada suami (Kol 3:18). Tentu isteri tidak akan semena – mena membantah suami, kendati suaminya nyata- nyata bersalah. Begitu pula jika isterinya kedapatan bersalah, namun jika suami mengasihi isteri (Ayat 19) tentu suami akan hati – hati. Anak – anak yang meskipun tidak melihat perilaku orang tuanya yang tidak seperti yang diajarkan oleh Alkitab atau Pendeta, namun jika si anak menyadari kedudukannya sebagai anak yang harus taat pada orang tuanya tentulah anak tidak berani secara terbuka maupun tertutup untuk menentang dan melawan orang tuanya melalui bantahan-bantahan dan membangkang terhadap advis orang tua. Anak wajib menghormati meskipun (ekstremnya) ayahnya masuk penjara karena mencuri atau karena kesalahan lain ( Efs 6:2 ).
Cara Untuk Mentaati Struktur Organisasi
Struktur organisasi kekeluargaan ini tidak akan mudah diterima oleh isteri dan anak-anak karena menganggap struktur ini berat sebelah, anggapnya menjadikan ayah menjadi egois dan menang – menangan. Kecuali jika isteri dan anak kerohaniannya telah mendalam. Dalam arti mengerti bahwa tidak ada seorangpun di dunia ini yang bisa menjadi ideal sesuai dengan aturan Alkitab atau sempurna. Kesadaran akan hal ini hanya terdapat pada orang – orang yang mau dengan peka instropeksi diri, berkaca cermin pada firman Allah dan mau rendah hati. Terutama bagi orang – orang muda yang belum terkena “dosa” yang merupakan bukti bahwa ternyata tidak semudah itu taat (menjadi ideal) terhadap aturan – aturan Alkitab. Anak – anak ini akan cenderung tinggi hati (ketus), karena perkiraannya mengikuti aturan-aturan Alkitab adalah sesuatu yang mudah. Bisa jadi dalam pikirannya ia berpendapat bisa memerintah (berujar) tetapi tidak bisa melakukan sendiri (Jar-koni). Sehingga ia berpendapat : “Sempurnakanlah dulu dirimu hai ayah” atau suami baru aku akan taat kepadamu. Apabila hal ini yang terjadi, maka ia akan mudah terpancing menjadi “hakim” dan kemudian menghakimi ayahnya, menghakimi suaminya atau menghakimi istrinya. Pada posisi seperti ini sulit rasanya untuk menerima dan menjalankan sruktur organisasi keluarga yang digariskan oleh Paulus dalam Kol 3:18-4 :6. Karena dalam pikirannya, masih ada keinginan :“masing – masing ikut dahululah garis – garis Alkitab baru kemudian sama - sama mengikuti struktur organisasi keluarga tersebut”. Hal ini tak akan mungkin dapat dilaksanakan.
Kepala / pemimpin
AYAH
ISTERI
ANAK
Padahal Rasul Paulus membuat struktur yang demikian karena kesadarannya bahwa setiap orang ‘pasti’ (suami – isteri dan anak) mempunyai banyak kelemahan dan keterbatasan – keterbatasan. Sehingga sulit untuk mematuhi hukum Taurat, bahkan tak mungkin dapat melakukan 100% hukum Taurat. Jika masing – masing komponen keluarga mau menyadari bahwa dirinya dan diri orang lain (ayahnya atau ibunya) itu penuh dengan kekurangan, dan kemudian mau rendah hati maka barulah struktur tersebut dapat ditaati. Struktur ini dibuat adalah untuk mengerem dan mengatasi keinginan keinginan daging (emosi), sebagai pijakan atau kamarnya masing-masing demi menghindari distorsi (kebocoran rumah / pertengakaran). Bukankah Mazmur 37:11 mengatakan, orang –orang rendah hati dikasihi Tuhan dan menerima pujian. Karena orang yang berjiwa rendah hati yang mau menempati “kamarnya” masing – masing sesuai Kol 3:18 – 4:6. Melalui menempatkan diri ini kedamaian dan “negeri” akan diwarisi. Ibarat iring-iringan mobil yang padat pada jalan tikungan, jika masing-masing mau berada pada jalurnya sendiri dan tidak nyodok kejalur nya orang lain pasti lebih aman. Marilah kita minta sih rahmat Tuhan untuk memiliki rendah hati, untuk mau berada pada jalurnya sendiri demi “kebocoran – kebocoran” atau perselisihan tersebut tidak terjadi dalam rumah tangga kita. Kesimpulannya jika suatu keluarga mendambakan suatu kedamaian keluarga caranya adalah :
a. Sadarilah bahwa siapa saja, apakah ayah, ibu, atau anak, semuanya dibawah hukum dan setiap pribadi punya banyak kelemahan dan kekurangan.
b. Iblis senantiasa mengintai kita, masuk “pintu” apa saja, bisa lewat “pintu kelemahan” atau bisa lewat emosi kita, yaitu gengsi atau “rasanya tidak plong atau tidak lega” jika tidak melakukan ………. (misalnya membantah ). Melalui hal – hal ini iblis mengadu domba kita, bahkan sering iblis justru yang membuat skenarionya agar terjadi situasi yang mendukung adanya perselisihan. Setidak – tidaknya menjadi tukang kipas atau “ngompori” dalam angan-angan dan emosi.
c. Berupaya untuk senantiasa sadar akan hal – hal tersebut. Agar bisa menerima kekurangan orang lain, bukannya menuntut agar orang lain menjadi sempurna (karena itu tak akan mungkin).
d. Berupayalah untuk senantiasa menempatkan diri pada struktur yang sudah digariskan. Seperti penggarisan Paulus yang tercantum dalam Kol 3:18 – 4:6.
e. Mintalah pertolongan dan tuntunan Tuhan Allah kita senantiasa, untuk dilindungi dari kipasan – kipasan iblis.
f. Dapat dibantu dengan pemahaman secara nalar, jika kita melakukan sesuatu pada orang lain, bagaimana seandainya
orang lain tersebut adalah saya sendiri yang melakukan. Maukah kita diperlakukan hal yang sama seperti perlakuan kita terhadaporang lain? Setelah mentaati beberapa tahap tertulis diatas, kemudian setiap pribadi wajib menyadari bahwa jika dalam satu tim (misalnya tim sepak bola atau voley) setiap anggota keinginannya menempati kedudukan yang sama, misalnya semua ingin menjadi “kapten”, atau semua ingin menjadi penyerang maka tim tersebut pasti akan kalah bermain. Sebab dengan demikian tidak akan terjadi kekompakan, karena yang bukan kapten tidak mau menuruti komando kaptennya sebab merasa setara dengan kaptennya. Sehingga tempat bersiapnya juga akan menggerombol disatu tempat karena rebutan tempat yang dianggapnya bergengsi.
Mengapa demikian? Orang ini ketika masih kecil tidak ditanamkan kepatuhan terhadap yang lebih tua, sehingga tidak terbiasa menghargai orang yang lebih tua. Cara berfikirnya terfokus pada masalah gengsi, merasa tidak bangga jika tidak dapat menjadi pelaku yang tidak bergengsi. bukannya berfikir bagaimana supaya dapat menjadi pelaksana / pelaku yang baik apapun posisinya. Sisi yang lain, ia terlalu terbiasa hidup berkecukupan sehingga kurang sering merasakan merengek-rengek minta tolong kepada orang lain agar sesuatu kebutuhannya terpenuhi. Ketika masih kecil sampai dewasa jarang mendapatkan kesulitan memerintah orang lain, dan terkena “boikot” (biasanya anak tunggal atau anak yang dimanja oleh orang tua dan saudara-saudaranya), sehingga didalam hatinya tidak tertanam rasa gotong royong dan kebersamaan, kebalikannya yang tertanam dalam hatinya adalah individualisme yang tinggi. Oleh sebab itu kemudian menjadi kurang menghargai hak orang lain terutama suaminya dan malah justru cenderung untuk memerintah suami. Jadi fokus kesulitannya untuk dapat mentaati pada struktur organesasi keluarga ada pada kerelaannya menempati tempat yang tidak harus sebagai orang nomor satu dan mau diperintah dan direndahkan. Jika tidak terjadi demikian suasana rumah tangga akan banyak panasnya, suasana yang tak nyaman juga merupakan pendorong terjadinya perselingkuhan.
PENGETAHUAN IMAN
YANG PERLU DIBENAHI
Banyak orang yang salah penggunaan terhadap arti kata ‘Tuhan berkuasa melindungi’ dari hal iman, meskipun dalam hal ini tidak dapat dikatakan secara mutlak bahwa itu ‘salah’ seperti menyalahkan bahwa 5 x 5 = 21 adalah salah karena yang benar jelas harus 25, tetapi berhubung tiada kalimat yang lebih tepat yang dapat dipakai dalam hal ini maka terpaksa menggunakan kalimat ‘salah’. Salah satu contoh dari kasus ini diantaranya mereka yang menganggap jika seseorang yang saleh dan rajin ke gereja pasti tidak akan terkena dosa perzinahan, keyakinan seperti ini timbul adalah sebagai buah dari adanya iman (kepercayaan) dari keyakinannya terhadap bayangan yang akan didapatkan bahwa dari rajinnya ke gereja ini akan memproteksi terhadap godaan. Dalam tulisan bagian depan sebelum judul ini telah memberi pengertian bahwa (baru dari secara jasmani / biologi) dorongan seseorang untuk menyeleweng sudah cukup kuat. Padahal dorongan untuk terjadinya perzinahan tidak hanya dari dorongan-dorongan dari sudut biologi saja (Yehuda dan Tamar Kej 38 : 1-30 ; Amnon dan Tamar II Sam 13 : 14), masih ada dorongan-dorongan yang lain yang sangat kuat lainnya yang telah kami uraikan di atas.
KESIMPULAN
Perselingkuhan tidak berdiri sendiri, artinya ujug-ujug selingkuh seperti orang tergiur beli baju, tidak ! tidak demikian. Pasti ada penyebabnya. Penyebab yang lumrah dan pasti, adalah pertumbuhan hormon seks yang lazim disebut birahi yang tak tersalurkan dengan baik, yang kemudian mempengaruhi otak untuk berfikiran dan berkeinginan porno (cabul). Penyebab berikutnya oleh sebab pengetahuan rohani yang dangkal yang menyebabkan dangkalnya dan rapuhnya langkah iman, yang secara umum disebut imannya kurang kuat, sehingga rem moralnya kurang kuat (I Kor 5:9,10). Menjadikan mudah dikalahkan oleh keinginan cabul dan yang irasional. Berikutnya disebabkan oleh situasi. Pada penyebab situasi ini belum tentu si pelaku selingkuh yang salah mutlak. Yang salah adalah mengapa membiarkan situasi menjadi “lorong mulus” bagi terjadinya perselingkuhan. Bisa jadi suami berselingkuh karena situasi yang membosankan, atau penampilan isteri yang kurang merangsang birahi suami. Atau situasi keluarga yang tidak harmonis sehingga sebenarnya justru kondisi dan situasi keluargalah yang menciptakan situasi untuk pasangan anda terdorong berselingkuh. Bisa jadi seperti yang dialami oleh seorang ibu di Jl.dr.Wahidin Semarang yang berselingkuh dengan pak Pendetanya. Oleh karena itu anda selaku kekasihnya yang ditinggal selingkuh sangat perlu introspeksi diri. Meski secara fakta kekasih anda yang berselingkuh dan itu jelas-jelas salah dan berdosa. Faktor lain dari luar adalah situasi yang berbentuk godaan dari lawan selingkuh. Karena kekasih anda kurang kuat imannya maka ketika di godain oleh orang yang ingin berselingkuh dengan kekasih anda, ia menjadi tergoda dan kena. Karena kurang kuatnya proteksi (bisa karena kurang pengetahuan, bisa karena kurang pengalaman, bisa karena imannya dangkal dan rapuh, bisa karena kekasihnya kurang memproteksi secara metaphisik (berdoa) maupun phisik (pengawasan) Sehingga mudah diguna-guna dengan kuasa gelap, atau tanpa guna-guna pun telah terkena yaitu cukup dengan godaan yang wajar-wajar saja (situasional) jika imannya dan pengetahuannya dangkal. Penyebab berikutnya adalah karena “kurang jatah” dan kurang variatif. Penyebab yang lain (populasinya sedikit) adalah karena faktor keturunan, ada orang yang menyebut terkena kutukan orang tua. Faktor kutukan orang tua atau keturunan ini berawal dari pengetahuannya yang didapat dari pengalaman orang tuanya yang kebetulan tidak menimbulkan kontra pendapat (sehingga dapat menyetujui / menerima terhadap apa yang dilakukan oleh orang tuanya) sehingga tidak berupaya untuk menghindar, tetapi justru mengikuti. Contoh dari masalah lain, orang tua yang perokok, anaknya tidak kontra tetapi justru ikut-ikut menjadi perokok. Pematahan ‘kutuk’ semacam ini adalah dengan menanamkan pengertian bahwa hal tersebut merupakan kekejian bagi Tuhan, tidak cukup dengan berdoa mohon kekuatan Tuhan saja. Atau tidak cukup didoakan oleh orang lain (pendeta) saja, karena harus dengan tindakan nyata yang dilakukan oleh yang bersangkutan sendiri juga.
Perselingkuhan kurang pas jika dihadapi dengan panas hati dan emosi, melainkan harus dengan penuh kasih dan rendah hati. Sadarilah bahwa pasangan anda yang sedang berselingkuh sedang dibelenggu iblis, nalarnya yang normal sedang dibutakan. Jadi sebenarnya “sedang abnormal”. Bantulah dengan doa supaya kuasa Tuhan ikut campur tangan melepaskan belenggu iblis itu. Bisa jadi sebenarnya ia sudah sadar dan ingin terlepas, tetapi kekuatan untuk melepaskan dirinya dari belenggu belum mampu, karena ikatan iblis begitu kuat dan ini perlu dibantu dengan kuasa Tuhan. Contohnya baru suka bangun siang dan tidak disiplin saja sudah sangat sulit untuk melepaskannya, apalagi berselingkuh dengan imbalan kenikmatan seks yang sangat luar biasa nikmatnya, tentu lebih sulit dari sekedar bangun siang, apalagi pasangan berselingkuhnya pasti tak mau kehilangan. Bagi orang beriman cara yang baik adalah minta ampun kepada Tuhan untuk dirinya sendiri karena meskipun sedikit pasti ikut andil kesalahan terhadap kekasihnya yang berselingkuh, kemudian mau mengampuni kesalahan kekasihnya dan mau menerima dengan apa adanya meskipun “pernah mengkhianati”, mintalah petunjuk Tuhan kesalahan diri anda sendiri itu apa dan anda sendiri harus mau memperbaikinya, tidak hanya menyalahkan yang berselingkuh saja. Mintalah campur tangan Tuhan supaya kuasa Tuhan dinyatakan. Janganlah emosional, karena belum tentu kesalahan mutlak pada kekasih anda. Berfikirlah untuk masa depan yang lebih jauh seperti khayalan anda ketika sedang pacaran dan mau menikah dahulu. Tercapainya tujuan utama pernikahan adalah lebih penting .
PENYEBAB PERTENGKARAN
ANTARA SUAMI DENGAN ISTERI
Mengapa antara suami - isteri terjadi pertengkaran ? Jawaban dari pertanyaan ini bukan sesuatu yang sederhana, meskipun pertanyaannya cukup sederhana. Ada banyak jawaban dari pertanyaan ini. Pertama jawaban dari dimensi pengetahuan khususnya psikologi dan yang kedua dari dimensi Iman. Jawaban dari dimensi psikologi, secara umum adalah merupakan sebagai akibat bahwa:
Manusia Itu Rumit
Salah satu akibat dari rumitnya manusia, adalah sulitnya memahami manusia. Contoh konkrit dari sulitnya memahami manusia ini, dimulai dengan sering adanya beda pendapat atau pertengkaran antara kakak dan adik sekandung atau, apalagi antara suami dengan isteri.
Mengapa manusia itu rumit, disebabkan antara lain :
Manusia mempunyai cacat biologis yaitu bawaan sejak lahir. Dari ilmu genetikal dibuktikan bahwa dalam diri manusia satu dengan yang lain tidak ada yang mempunyai kromosom kembar (sama), kecuali manusia dari hasil klone. Komposisi Gen yang ada pada diri manusia, disebut konstruksi biologis. Konstruksi biologis inilah yang kemudian mewujudkan temperamen / watak / akhlak / karakter seseorang sehingga mengapa antara seorang yang satu berbeda watak dengan seorang yang lain karena susunan kromosom dan kromosomnya sendiri berbeda.
Gen dari hasil keturunan orang tua (bapak dan ibu) menghasilkan adanya cacat biologis, yaitu cacat bawaan sejak lahir yang berasal dari orang tuanya. Perlu pula diketahui bahwa akibat dari keberdosaan manusia sejak Adam dan Hawa (Rom 3:23) maka manusia dijuluki manusia tak sempurna, yaitu banyak kelemahan yang telah dimilikinya secara turun temurun.
Dari kelemahan inilah yang kemudian melahirkan kesulitan-kesulitan dalam hidup kebersamaan (karena manusia serakah, srei, dengki tamak dan lain-lain) atau dengan kata lain tidak mudah mau menjalankan bersaudara dengan yang lain. Contoh nyata adalah antara Kain dan Habel, serta Esau dan Yakub.
Manusia di didik dan di besarkan melalui lingkungan yang kenyataan berbeda situasi, meskipun dalam satu keluarga tetapi situasinya tidak selalu sama. Misalnya situasi ketika ayahnya sedang menghadapi masalah berat akan berbeda ketika tak ada masalah yang berarti, dan masih lagi situasi ini juga dipengaruhi oleh lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat. Dari hasil didikan ini kemudian melahirkan jati diri yang tidak selalu sama dengan orang lain. Karena model didikannya berbeda model dan situasinya berbeda. Anak yang lahir ketika perang berkecamuk akan berbeda dengan yang dilahirkan ketika negara gemah ripah. Padahal suami pasti didik oleh bukan orang yang mendidik isteri, jadi pastilah kualitas dari hasil pendidikan dari sang suami pasti berbeda dengan sang isteri. Jadi jangan heran jika suami beda dengan isteri didalam cara-cara menanggapi sesuatu.
Manusia memiliki kebutuhan. Kebutuhan pokok berupa menghirup oksigen /udara (bernafas), makan, minum dan lain-lain dan juga kebutuhan biologis, kebutuhan emosi termasuk didalamnya harga diri dan kebutuhan-kebutuhan lainnya, misalnya : keberhasilan, kecukupan, ketenangan dan lain-lain. Karena memiliki kebutuhan ini akan mempengaruhi sikap dan perilaku.
Dari banyak hal di atas (masih banyak yang belum dijabarkan) kemudian timbulah agresi dan kecemasan. Dua hal inilah semakin memperumit watak manusia.
CACAT BIOLOGIS
Cacat biologis manusia, bukan berarti cacat seperti yang diasumsikan misalnya cacat mental, atau cacat phisik dan sebagainya. Cacat biologis disini lebih bernuansa kulaitas, memang demikian adanya. Artinya manusia itu tidak sempurna. Lebih bernuansa kodrati. Manusia memang sudah dikodratkan tidak sempurna. Ketidak sempurnaan ini dapat dilihat secara genetikal, atau bisa dilihat secara aktual, namun lebih akan membicarakan secara praktisnya saja, aktualisasinya bagaimana. Konon bagi yang percaya bahwa cacat manusia sebagai akibat kedosaannya secara turun temurun (Rum 3:23). Yang pasti kita rasakan sebagai akibat kecacatannya ini (tidak sempurna) , manusia menjadi serba ‘kurang’. Kurang mengerti terhadap sesuatu yang diterima. Manusia setiap hari menerima udara termasuk oksigen dan sinar matahari termasuk vitamin D, biasanya kurang mengerti secara bulat sebetulnya dua hal tersebut diterima manusia maksudnya untuk apa saja . Mengertinya cuma terbatas. Misalnya biar bisa dipakai untuk bernafas, biar segar, biar badan tak kedinginan, biar ada persenyawaan dalam tubuh atau biar terjadi metabolisme sehingga terbentuk vitamin D, biar saja untuk menjemur pakaian dsb. Artinya sangat terbatas mengertinya.
Dari keterbatasan menerima ini, termasuk juga didalam keterbatasannya mengartikan sinyal-sinyal atau tanda-tanda yang disampaikan oleh orang lain yang diberikan kepada kita dalam rangka persahabatan. Ketika orang berkenalan pertama kali dengan orang lain, timbulah kesan, dan dari kesan ini timbulah konsep bahwa kenalan barunya ini adalah…...(tergatung dari penerimaan yang menerima kesan, misalnya sombong atau ramah). Kemudian dari konsep, lahirlah respon dari diri kita menyikapi kenalan baru tersebut. Misalnya ketika kita kenalan dengan orang baru, kesan yang kita terima orang ini galak, maka kemudian kita mempunyai konsep bahwa orang ini galak, oleh karenanya sikap kita terhadap orang ini menyesuaikan dengan konsep kita bahwa dia galak. Kebalikannya, respon dari kita diterima mereka sebagai sinyal yang kemudian sama-sama seperti diri kita yaitu melahirkan konsep dan respon juga . Jika manusia itu sempurna, niscaya respon yang kita berikan sama persis dengan maksud dan tujuan mereka berkenalan dengan kita dan sama pula dengan respon mereka terhadap kita. Nyatanya bagaimana? Apakah mesti selalu sama ? bisa saja maksudnya memberi sinyal dengan tujuan baik, namun diterima dengan maksud lain misalnya sinyal yang diberikan adalah ramah, tetapi sinyal ramah yang dipancarkan tersebut diterima sebagai orang yang murahan. Akhirnya akibat semacam ini disebutlah bahwa manusia itu sulit atau rumit. Ini terjadi karena manusia mempunyai cacat biologis yang berakibat menjadi tidak sempurna. Jika hal ini tidak diketahui, akan bisa menjurus menyalahkan orang lain atau mendakwa negatif orang lain. Padahal sesungguhnya yang terjadi belum tentu demikian dan bisa saja berkebalikan dengan dugaan kita, karena kita egois dan serakah atau merasa paling benar, serta tak punya kasih yang bermuara tak mau menghargai orang lain seperti harapan kita terhadap orang lain dalam menghargai kita (ingin mendapat penghargaan tetapi tak mau menghargai). Pernah terjadi penulis berselisih paham dengan seorang pejabat gereja, dalam berselisih paham ini ia mengatakan kepada penulis…..”maaf pak, jujur saja karena menurut informasi sejarah hidup bapak ini kurang baik, maka mohon maaf saya tak bisa mempromosikan buku bapak” Padahal yang benar, setiap orang itu pasti punya sejarah yang tidak baik cuma disadari atau tidak, ketahuan orang lain atau tidak sebab semua orang adalah keturunannya orang berdosa. Jadi termasuk anggota gereja yang berdasi ini juga pasti punya kejelekan, cuma ia sendiri tidak menyadari kejelekan masa lalunya sendiri. Waktu itu penulis hanya menjawab, maaf pak; bapak boleh menghakimi atau menilai saya apa saja, tetapi orang lain termasuk saya juga berhak menilai bapak. Pembaca yang terkasih; harus selalu di ingat bahwa siapa saja mempunyai hak dan mampu menilai orang namun tak perlu diutarakan dan dimasukkan ke hati, karena diri kita sendiri sama saja juga berhak di nilai oleh orang lain dan diri kita pasti punya kekurangan. Tidak berarti jika sedang menjabat suatu jabatan di gereja menjadi orang berdasi pasti 100 % benar. Apa lagi khusus buat penulis; seandainya dahulu penulis tak menyadari bahwa mempunyai kekurangan atau kejelekan, setelah Tuhan membukakan selubung yang menutupi mata rohani penulis, maka tak akan terjadi menulis buku ini. Buku ini ditulis adalah untuk men - sharingkan pengalaman penulis ketika di jamah Tuhan disadarkan dari perbuatannya sebagai orang berdosa melalui diperbaharui oleh Roh Kudus. Supaya melalui sharing tulisan ini banyak orang akan menjadi menyadari kesalahannya dan kemudian diperbaharui oleh Roh Kudus yang mengajar dan menerangi. Mata rohaninya menjadi mengerti. Barang kali pak pejabat gereja yang berdasi tersebut lupa kepada sejarah perempuan Samaria (WTS) yang dipakai Yesus menjadi penginjil, lupa kepada sejarah Zakius si pemungut cukai (pemeras), lupa kepada sejarah Paulus yang dahulunya pembunuh orang Kristen, namun sekarang tulisannya dipakai acuan oleh orang Kristen seluruh dunia termasuk pak pejabat gereja yang berdasi ini. Inilah bukti bahwa manusia itu rumit.
Didikan yang Berbeda
Diri kita dengan orang lain (isteri atau suami) dahulunya pasti mempunyai latar belakang didikan yang berbeda. Mempunyai lingkungan yang berbeda, mempunyai pengalaman yang berbeda . Padahal watak terbentuk dari jati diri yang dimodifikasi dengan emosi + akal budi + keputusan dari hasil pengalaman dan pengetahuan yang didapatkan. Sehingga jangan heran jika watak seseorang dengan watak orang yang lain (suami dengan isteri) tak sama dan pasti berbeda. Jika mengerti demikian, mengapa yang sering terjadi suami menghendaki orang lain (isteri) harus mengerti suami. Atau kita mengharap orang lain mengerti kita ? Menuruti kehendak kita ? Bisa saja orang lain mengerti dan menuruti kita, tetapi harus melewati suatu proses tidak harus langsung serta merta atau ujug-ujug.
Manusia Mempunyai Kebutuhan
Kebutuhan manusia pada umumnya dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama disebut kebutuhan pokok, yaitu kebutuhan untuk hidup. Diantaranya bernafas, makan dan minum. Dan yang kedua disebut kebutuhan sekunder yaitu kebutuhan biologis dan emosi. Dua hal itu sering berganti posisi mengikuti situasi dan kondisi serta pengetahuan rohani. Artinya tidak selalu kebutuhan emosi lebih utama dibandingkan kebutuhan biologi. Dari kebutuhan inilah kemudian manusia berbuat sesuatu (bekerja mau menjadi buruh, menjadi relawan sosial, menjadi penjaja seks, mau menjadi pengemis dll.) adalah dalam rangka agar keinginannnya terpenuhi. Bagaimana jika isteri anda adalah orang kaya, dalam arti kebutuhan pokoknya terjamin terpenuhi semua ? Pasti didalam ia menjadi isteri anda adalah dalam rangka memenuhi kebutuhan emosi, yakni aktualisasi diri dan harga diri. Bagaimana jika isteri anda juga telah mampu beraktualisasi diri (telah punya nama dan reputasi) yang baik, misalnya selebrity dan ia masih mau menjadi isteri untuk anda ?
HAL-HAL YANG PERLU DIKETAHUI
Memimpin (menjalin kerja sama selaku Kapten kapal dengan nakoda) dengan orang berbeda dengan memimpin makhluk lain yang bukan orang, misalnya binatang Apalagi kepemimpinan pada zaman yang dikenal dengan orde reformasi. Hubungan antara suami dengan isteri selain berisikan unsur cinta, juga berisikan unsur kerja sama. Yaitu bekerja sama untuk menggapai cita-citanya bersama.
Untuk mengisi hal ini kita harus tanggap, dan harus lebih hati-hati, sebab jika salah bertindak akan fatal akibatnya minimum menjadi kurang sinkrun. Untuk menghindari berbagai akses negatif atau setidak-tidaknya meminimalisir akibat negatif ketidaksinkrunan ini adalah jika kita mampu membaca hati (dibalik apa yang dikatakan atau dilakukan oleh seseorang lain). Atau dengan kata lain melalui pendekatan psikologi. Raja Salomo ketika menghadapi dua wanita yang rebutan anak adalah menggunakan ilmu psikologi. Dalam banyak perintah (mengajukan permintaan) tidak lagi melalui keharusan atau intimidasi atau menakut-nakuti dengan “….kan itu kuwajiban kamu…….” dan lain-lain, tetapi melalui memberi kesempatan yang bersangkutan bisa menerima secara nalar sehat mereka bahwa sebenarnya apa yang diharapkan kekasihnya tersebut adalah kuwajibannya. Untuk bisa menjadi demikian, maka diperlukan pengetahuan sesungguhnya manusia itu siapa, kebutuhannya apa, keinginannya apa dan pantangannya apa serta apa saja yang membuat seseorang melakukan suatu perbuatan.
Pertama-tama perlu diketahui bahwa kemampuan berfikir seseorang itu dipengaruhi oleh beberapa hal. Tidak hanya dengan sekolahnya tinggi atau tidak tinggi. Disini sering orang menjadi terjebak dengan asumsi bahwa jika orang yang sekolahnya tinggi diasumsikan ia mesti pandai, padahal belum tentu. Sekolah tinggi adalah mencerminkan luas dan banyaknya ilmu yang telah dipelajari. Begitu pula jika orang sukses ekonomi (kaya) pasti pandai. Tetapi sejauh mana orang mampu menyerap ilmu yang telah dipelajarinya, sejauh mana pulalah orang mampu menerapkan ilmu pengetahuannya dalam pekerjaan dan hidup sehari-hari tidak tergantung dari sekolahnya. Jadi tidak tergantung dari sekolah tinggi atau tidak tinggi. tetapi terpengaruh oleh bagaimana kecerdasan otaknya atau yang kemudian disebut dengan IQ. Inipun hanya berpengaruh sekitar 15 % saja. Sistim berfikir yang mempengaruhi system kerjanya bagaimana, apakah condong ke otak kiri atau condong ke otak kanan atau mampu memberdayakan semuanya. Kemudian tipologi orang tersebut apa, sebab menyangkut kebiasaan-kebiasaan berperilaku. Sebagai contoh orang yang telah terbiasa meremehkan orang lain; Orang lain ini sebenarnya memiliki masukan yang sangat mahal baginya, namun sebagai akibat dari kebiasaannya yang suka meremehkan orang lain, menjadikan ketika sebenarnya ada masukan yang sebenarnya tinggi nilainya, justru tidak di respon . Kebetulan penulis pernah bertindak sebagai sales promotion, pernah menawarkan tester gratis kepada seseorang yang sebenarnya orang tersebut sangat membutuhkan barang yang testernya kami tawarkan tersebut. Tetapi orang tersebut menolaknya, mengapa ? karena dalam hatinya meremehkan penulis bahwa penulis bukan dokter yang terkenal, hanya karena konsep pikirannya bahwa orang yang menawarkan barang tersebut bukan orang terkenal apalagi diberikan gratis maka ia menolaknya. Padahal barang tersebut sangat dicari orang karena telah teruji kehebatannya, cuma belum banyak yang mengerti. Inilah contoh orang yang suka meremehkan orang yang akibatnya merugikan dirinya sendiri. Kemampuan feeling dan perasaannya bagaimana. Sebab tidak semua orang mempunyai feeling dan ketajaman perasaan yang sama. Feeling dan ketajaman perasaan akan berpengaruh kepada bagaimana ia mampu menangkap sesuatu masukan. Kemampuan menangkap sesuatu masukan ini berhubungan dengan bagaimana memberi respon terhadap masukan. Hasil kerja atau kemampuan untuk menyelesaikan suatu masalah adalah terpengaruh bagaimana orang memberi respon terhadap sinyal yang ia terima.
Kedua bagaimana kemampuan merespon adalah terpengaruh bagaimana orang menangkap sinyal-sinyal. Orang yang kurang mampu menangkap sinyal, atau menangkapnya sinyal baru akan bisa jika setelah menjadi kenyataan yang nyata, maka akan lebih terlambat responnya jika dibandingkan dengan orang yang telah mampu menyimpulkan sinyal menjadi kesimpulan sebelum kenyataan tersebut terjadi. Sebab sinyal lebih dahulu dari kejadian yang terjadi. Lihatlah sejarah Raja Daud ketika menerima berita bahwa anaknya Absalom mati dan dibunuh (Yoab, II Sam 18:12,13,14), orang yang membunuh Absalom tidak mengerti betul apa yang dimaksutkan Daud yang sebenarnya tidak menginginkan kematiannya Absalom (II Sam 18:5), begitu pula orang Etiopia dan Ahimas yang lari memberi tahu Daud tentang kematian Absalom (II Sam 18:21-23). Contoh lain dari hal ini adalah akan terjadinya hujan, atau bencana alam misalnya gelombang Tsunami, binatang lebih peka dibanding manusia. Bagi orang yang tak mampu menangkap sinyal, ia akan menyimpulkan bahwa akan terjadi hujan jika hanya kalau ia telah melihat adanya mendung. Berbeda dengan orang yang yang mampu menangkap sinyal, ketika mendung tersebut belum datang, tetapi telah merasakan bahwa udara lebih panas dari biasanya, maka ia telah mampu menangkap sinyal dan mengerti bahwa akan terjadi hujan meskipun mendungnya belum kelihatan ada.
Disamping kemampuan untuk menangkap sesuatu perlu diketahui pula bahwa demi keselamatan diri setiap orang tidak selalu lugu (jujur apa adanya). Yaitu selalu ada upaya untuk mempertahankan diri dari ancaman yang ia perkirakan dengan bertopeng, seperti berbohong tetapi tidak bohong karena berupa perbuatan atau tingkah. Ancaman itu tidak berupa mau dibunuh atau mau di culik, tetapi ancaman mendapat penilaian jelek atau kurang. Misalnya orang takut dikatakan (diancam) bodoh, akhirnya orang ini untuk menutupi kebodohannya menjadi sok tahu atau ngeyel tidak mudah menerima kritikan orang lain. Dari hal kekhawatirannya terhadap hal ini ia akan melakukan yang disebut pertahanan diri atau atau bahasa asingnya disebut defense mechanisms. Contoh lain pertahanan diri: orang yang ditawari makan dan tanduk (tambah), sebenarnya orang ini memang masih lapar tetapi takut di cap sebagai orang rakus maka ia tidak mau tambah / tanduk dengan mengatakan bahwa ia sudah kenyang, yang sebenarnya belum kenyang.
Yang penulis sajikan ini baru sebagian saja, belum seluruhnya. Oleh karena itu janganlah heran bahwa pergaulan sosial itu tidak mudah, yang sudah menjadi suami dan isteri pun pergaulannya tidak mudah dan pasti sering bertengkar. Sajian tulisan yang kami sharingkan ini adalah untuk membantu pembaca menjadi lebih mengerti kena apa antara suami dan isteri masih terjadi pertengkaran dan selisih pendapat meskipun telah puluhan tahun hidup bersama.
Buku seri 5,6 & 7 merupakan satu kesatuan topik, seyogyanya dibaca semua.
SERI 7
(bagian akhir)
TIDAK DIHARAPKAN
NAMUN PASTI TERJADI
D
dDD
PERSELINGKUHAN
dan
PERSELISIHAN SUAMI -- ISTERI
P
enulis pernah ngobrol santai dengan seorang ibu muda. Ibu ini seorang Kristen yang taat. Ia bersuamikan seorang aktivis gereja, yang rajin ke gereja dan rajin pelayanan. Karena itulah DD
D
alam bab ini kita akan membicarakan bagaimana memahami individu lepas individu . Tujuan dari memahami individu lepas individu adalah untuk membetulkan konsep kita terhadap penilaian individu seseorang yang kita kenal, khususnya suami atau isteri kita. Jika kita belum mengenal unsur-unsur pemahaman individu, maka kita akan mudah terjebak dalam konsep yang salah. Sebagai contoh : Ketika kita belum mengenal tipologi manusia dan kemudian pada waktu itu mendapati orang yang berkripadian Melankolis. Dimana ciri kepribadian Melankolis adalah tenang dan pendiam, orangnya kalem dan sopan. Jika kita percaya dari arti pepatah ‘air beriak tanda tak dalam’ dan ‘padi semakin berisi semakin tunduk’ maka kita bisa terbawa kepada bayangan konsep bahwa orang ini (yang baru kita kenal) adalah orang pandai dan rohani! Kemudian ketika belum mengenal jenis-jenis mekanisme pertahanan diri (topeng kepribadian), akan mudah terjebak kedalam penampilan yang sebenarnya adalah tindakan kamuflase, bukan aseli kepribadiannya. Meskipun ini baru bayangan belum merupakan penilaian final. Namun bayangan yang demikian bisa saja membuat suatu kesalahan berikutnya. Tentu dalam kita bergaul ingin tidak tertipu dari akibat kesalahan penilaian. Sebab untuk membuktikan penilaian kita perlu waktu. Jika pada waktu pembuktian ternyata dugaan awal sudah meleset, maka akan kehilangan energi dan waktu. Akan lebih indah jika kita dapat membaca apa sebenarnya yang ingin disampaikan melalui penampilan dan tindakannya, karena pada umumnya orang tidak selalu apa adanya dalam penampilan maupun dalam menyikapi / merespon terhadap sesuatu yang ia terima dari orang lain. Respon ini akan ditampilkan melalui perubahan raut wajah, perubahan pupil mata , melalui sikap , melalui kata-kata, melalui tindakan . Biasanya bagi yang sudah pandai, ia akan merubah seluruh bentuk yang mereka responkan dengan yang kamuflase agar supaya yang sesungguhnya ada dalam hatinya tidak diketahui orang yang diajak interaksi atau direspon. Untuk itu dalam tulisan berikut ini, khusus membicarakan berbagai unsur apa saja, untuk mengenal individu lepas individu secara detail. Agar nantinya tidak terjebak dalam konsep penilaian yang keliru, yang dapat berakibat salah mengambil keputusan, yang dapat mendorong menjadi berselisih.
EMAMPUAN BERFIKIR
Pada umumnya kebanyakan orang telah mengerti dan menyadari bahwa tidak setiap individu mempunyai kemampuan berpikir yang sama. Artinya ada orang yang cerdas dan ada orang yang kurang cerdas. Tetapi mengerti seseorang itu cerdas atau tidak cerdas masih kurang cukup.
Kemampuan berpikir yang erat hubungannya dengan perbuatan sehari – hari adalah daya tangkap. Seorang bergaul tidak bisa lepas dari kemampuannya untuk menagkap suatu masukan yang kemudian diolah dalam pikirannya, kemampuan untuk mengolah ini kemudian popular dengan subutan kecerdasan atau IQ. Perlu diketahui bahwa setiap orang mrmpunyai IQ atau tingkat kecerdasan yang berbeda. Perbedaan IQ ini berasal dari score yang dapat diukur. Pengukuran IQ berdasarkan usia , artinya score yang didapat dari hasil test dibagi dengan usia kemudian di kalikan dengan angka 100.
ma
X 100 = IQ
ca
ma = Mental Age = jumlah score dari hasil tes.
ca = Calender Age = usia peserta tes saat di tes
Untuk hasil (jumlah score) yang kurang dari 100 disebut kurang cerdas karena parameternya adalah 100. Dan untuk hasil diatas 100 disebut pandai. Urut-urutannya adalah :
Sangat superior = diatas 139
Superior = 120 - 139
Di atas rata-rata = 110 - 119
Rata-rata = 90 - 109
Dibawah rata-rata = 80 - 89
Bordeline = 70 - 79
Ideot = Dibawah 70
Data tersebut diatas dapat membantu kita bahwa setiap orang mempunyai kecerdasan (IQ) yang berbeda-beda. Namun perlu diketahui bahwa IQ hanya berpengaruh kurang lebih 15 % dari keberhasilan seseorang. IQ bukan segala-galanya. Tes pertama kali diperkenalkan di Perancis oleh Alfred Binet (pakar psikologi) tahun 1857 – 1911. Dan kemudian pada tahun 1881 pemerinath Perancis mensahkan undang-undang yang mewajibkan semua untuk sekolah. Binet dalam hal ini punya andil besar sebab harus menyusun test untuk mengukur perbedaan intelektual anak.. Hasil dari test ini (yang direvisi terakhir tahun 1911) adalah membuat kita menjadi mudah menggolongkan anak sesuai dengan jenjang intelektualitasnya, sehingga anak yang IQ-nya dibawah 100 dalam pendidikan tidak dicampur dengan anak yang intelektulitasnya diatas 100. Untuk memudahkan mengajar. Dalam pekerjaan jika unsur IQ ini diikutsertakan dalam kelompok kerja akan sangat membantu.
Ternyata tidak hanya tidak hanya sudut IQ saja yang berbeda. Dari sudut daya tangkap juga berbeda. Kemudian dari sudut pengolah data (otak) juga berbeda. Jadi seseorang menangkap informasi kemudian diolah disimpulkan direkam atau dimasukan ke hati atau dicamkan dikeluarkan lagi sebagai potensi yang kemudian disebut kemampuan.
Menurut penelitian, daya tangkap lewat indera mata merupakan daya tangkap terkuat, disusul kemudian daya tangkap lewat pendengaran. Sayang banyak tempat pendidikan tidak menggunakan media yang bisa ditangkap oleh mata. Hanya gerakan bibir sajalah yang bisa membantu lewat tangkapan mata. Daya tangkap mata ini disebut visual dan daya tangkap pendengaran auditorial dan terakhir daya tangkap melalui gerakan disebut kinestik. Disinilah kegunaan alat yang disebut multi media, merupakan alat untuk memperbesar melalui layar lebar sehingga orang dapat lebih jelas melihat mimik pembicara atau pembaca teks dan skema-skema yang diajarkan, sehingga antara mata dan telinga bekerja bersama saling sama-sama bersinergi untuk mencerna apa yang dikotbahkan.
Dengan cara demikian orang dimungkinkan lebih mudah menangkap daripada hanya mendengar saja. Setelah seseorang menangkap suatu informasi kemudian diolah. Cara-cara mengolah data informasi ini berbeda –beda antara seseorang dengan seseorang lainnya. Perbedaan atau gaya mengolah data oleh para ahli dikelompokkan dalam empat macam gaya. Dalam hubungannya dengan peselisihan antara suami dengan isteri adalah, jika dalam suatu percakapan yang berbicara telah merasa berbicara jelas, namun si pendengar salah menangkap apa yang dimaksudkan pembicara. Sedangkan pembicara belum mengetes salah atau betul penerimaan si lawan bicara namun telah keburu dengan respon yang ternyata tidak sesuai dengan maksud pembicara. Biasanya disinilah awal perselisihan terjadi, jika sipembicara tidak panjang sabar untuk mengulang dengan baik apa yang dimaksudkan dalam pembicaraan. Jadi pengertian tentang kemampuan daya tangkap dan kemampuan penyimpulan terhadap suami atau isteri adalah signifikan.
Masukan yang ditangkap dari luar (yang didengar
atau yang dilihat)
pikiran
manusia
Diolah dalam otak disimpulkan
Direspon dalam bentuk sikap atau jawaban
OTAK KIRI DAN OTAK KANAN
Selain unsur IQ kemudian gaya / model kebiasaan seseorang menanggapi sesuatu, masih ada lagi kemampuan menyimpulkan yang disebabkan oleh kemampuan otak. Yaitu ada orang yang sukanya praktis saja, suka ‘potong kompas’ dengan alasan yang penting tujuannya apa, meskipun belum ada banyak data ia telah berani memberi kesimpulan. Tetapi ada juga orang yang sukanya harus melalui alasan yang kuat untuk mencari penyelesaian masalah. Ia tidak mau buru-buru memberi kesimpulan jika belum didukung fakta-fakta. Ada orang yang mudah percaya terhadap sesuatu yang belum diuji kebenarannya, kebalikannya ada juga orang yang tidak mudah percaya terhadap sesuatu jika menurutnya belum teruji kebenarannya. Mengapa terjadi demikian ?
Bermula dari banyaknya korban perang yang mendapat cedera di otak, maka Inggris pada waktu itu tahun limapuluhan, para dokter melakukan penelitian tentang otak. Dengan tujuan agar dapat memprogram kembali bagian sisa otak yang sehat yang masih didayagunakan. Dari hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa ada bagian otak yang disebut otak kiri dan bagian otak yang disebut otak kanan. Otak kanan mempunyai kerja agak berbeda dengan otak kiri. Ternyata ada perbedaan fungsi radikal antara kedua belah otak tersebut.
Belahan kiri memproses bahasa dan matematika . Pemrosesan tersebut berjalan secara sistematis dengan cara kerja yang logis . Cara kerjanya langkah demi langkah secara bertahap berurutan dan memerlukan waktu.
Belahan kanan bersifat visual dan merekam perasaan, bagian grafika dan kinestesis. kreatifitas adalah merupakan kerja otak bagian kanan. Komputer tidak mampu digunakan untuk meniru otak kanan, hanya mampu untuk meniru kinerja otak kiri, sebab komputer bekerja berdasarkan data bukan pengamatan visual yang kinetis. Kerja sama antara otak kiri dan otak kanan secara sinergistis akan menghasilkan orang-orang kreatif. Otak kiri mengambil kesimpulan berdasarkan masukan dari luar, dari orang lain. Otak kanan menerima masukan dari hal yang nyata yang dilihat sendiri. Kecuali sesuatu yang khayal dan mimpi. Oleh karena otak kanan melihat sendiri sesuatu yang nyata (bukan berupa laporan orang lain melalui pendengaran) maka lebih tepatlah kalau kita percaya pada otak kanan yang memberi jawaban yang tepat.
Otak kiri mendengar dan kemudian mempertimbangkan untuk membuat suatu kesimpulan, sedang otak kanan melihat sendiri dan menyimpulkan. Kerjasama antara otak kiri dan otak kanan perlu dilatih untuk mendapatkan hasil yang bagus. Teguran Yesus terhadap para ulama, dengan mengatakan “mereka mempunyai mata tetapi tidak melihat” dan “mereka mempunyai telinga tetapi tidak mendengar” adalah tersirat untuk terjadinya kerjasama antara otak kanan dan otak kiri.
Dalam hal wanita dan pria ada perbedaan intelektual yang mendasar dan kodrati sifatnya berdasarkan kaitan erat dengan otak kiri dan otak kanan. Para wanita lebih cenderung mendominasi otak kiri. Sehingga lebih mudah belajar dalam bahasa (verbal) . Kebalikannya pria akan lebih cepat dan kreatif untuk belajar dengan yang berhubungan dengan gerak dan ruang (kinestis). Oleh karena itu pada umumnya mental wanita tidak sama dengan mental pria. Terutama mental wanita tiga tahun lebih cepat berkembang dibanding pria. Oleh karena itu untuk hafal –menghafal, para wanita akan lebih jago . Sedangkan untuk pengamatan dan keputusan cepat , pria lebih jago dibandingkan wanita. Hal ini sejalan dengan penciptaan Allah, dimana pria diciptakan adalah sebagai pejuang akan lebih cocok jika mempunyai model berpikir cepat dan pemberani (berani menghadapi resiko). Dalam hal ini otak kanan lebih mendominasi. Kebalikannya wanita diciptakan sebagai penolong (pemelihara) dan melayani. Harus banyak kehati-hatian, dan teliti dan sabar, disini otak kiri akan lebih cocok. Itulah sebabnya pada umumnya wanita lebih suka “nguping” atau mendengar cerita dari suami, dan juga lebih senang banyak bicara jika dibanding dengan pria. Begitu pula jika ia belanja, ia lebih hati-hati dibanding pria yang cenderung kurang sabaran. Ia akan rela mengorbankan waktu untuk keliling hanya demi mendapatkan data yang sebanyak-banyaknya baru disimpulkan dan diputuskan. Hal ini berkaitan erat dari sistim wanita mengambil suatu keputusan yang terpengaruh oleh kinerja otak kiri. Otak kanan akan kurang cocok untuk bekerja sebagai juru masak, sekretaris atau administrasi . Oleh sebab itu wanita akan lebih cocok bekerja di kantor yang bersifat ketatausahaan, atau pemeliharaan, pelayanan public dan lain-lain. Dan kurang cocok jika harus di lapangan dengan banyak perjuangan dan membuka jalan baru.
Contoh kejadian :
Seorang montir mobil, mencari penyebab mengapa mesinnya sulit di starter. Montir yang berotak kanan ini langsung melihat setelan platinanya atau mengetes condensatornya, untuk mengetahui penyebab kerusakannya. Montir yang berotak kiri (montir yang lain) cara kerjanya tidak demikian. Dia mengetes apinya dahulu, besar apa kecil, kemudian mengurutkan kabel businya ada yang kendor apa tidak. Jika belum kedapatan penyebabnya baru melihat setelan platinanya dan mengetes condensator.
Suami yang belum mengerti akan hal ini disebut belum memahami watak wanita, meskipun mungkin sudah puluhan tahun menikah. Sikap suami yang demikian biasanya menganggap dirinya sendiri sebagai prototip atau tolok ukur yang benar. Sehingga ketika isterinya tidak berfikir atau bekerja seperti yang layaknya (suami) lakukan, kemudian menilai bahwa isterinya memiliki kekurangan. Menganggapnya cara berfikir isterinya (seharusnya) sama dengan dirinya, padahal dari sebab pengaruh otak kirinya, isteri akan lebih banyak menggunakan perasaan dari pada fikiran. Bertolak belakang dengan suaminya yang lebih banyak menggunakan fikirannya dari pada perasaannya. Disinilah perlunya seorang suami atau isteri mengerti kinerja otak kiri dan otak kanan, karena menyangkut terhadap interaksinya sehari-hari yang dapat membuat rawan perselisihan.
TIPOLOGI SESEORANG
Setelah mengenali orang lain (suami atau isteri) dari sudut kemampuan otak dan sistem kerja otak, yang banyak berpengaruh terhadap kemampuan menangkap sinyal seseorang, sekarang meningkat pada tingkah laku. Atau pembawaan dari kepribadian seseorang. Bagaimana perbedaan antara kepribadian seorang yang satu dengan orang yang lain.
Seperti sudah diakui oleh dunia bahwa sidik jari seseorang dengan orang lain tidak ada yang sama. Oleh karenanya pihak kepolisian menggunakan identifikasi orang dengan sidik jari. Hal ini memperkuat pendapat bahwa kepribadian seseorang dengan orang lain tidak sama. Ketidaksamaan seseorang dengan yang lain selain sebagai akibat dari genetikal yang telah diuraiakan sebelum uraian ini, juga dari banyak faktor. Pada intinya seseorang berbeda dengan orang lain tidak hanya pada sudut genetikal dan sudut phisik saja, tetapi menyangkut hal-hal lain yakni kepandaiannya, IQ-nya, kemampuannya. Dan yang akan dibahas pada uraian ini adalah kepribadiannya.
Perlu diketahui bahwa kepribadian berbeda dengan kepandaian kemampuan berfikir. Sebelum kita membicarakan tentang kepribadian, kita akan membicarakan dahulu bagian-bagian kepribadian.
Tim La Haye membedakan tiga istilah kepribadian.
1. Temperamen ialah perpaduan sifat-sifat pembawaan yang tanpa sadar mempengaruhi sikap-sikap dan tingkah laku.
2. Achlak adalah ciri kita yang sebenarnya , yang terdiri dari akal budi, emosi dan keputusan.
3. Kepribadian adalah merupakan perpaduan dari jati diri dengan kedok yang ditampilkan dalam penampilannya sehari-hari dalam masyarakat luar.
Lindgren dan Fisk menganggap bahwa kepribadian merupakan perpaduan dari sifat-sifat yang khas dengan pengalamannya dari sebab pengaruh lingkungan yang memberi pembelajaran kepada dirinya dalam rangka beradaptasi dengan lingkungannya. Berarti dengan demikian lingkungan turut membentuk kepribadian seseorang.
Ada beberapa ahli psikologi yang mampu mengelompokkan dasar-dasar kepribadian demi kepribadian , diantaranya Kritschemer. Ia mengelompokkan kepribadian orang berdasar postur tubuh, misalnya orang yang berpostur tubuh gempal seperti orang-orang yang hobinya olah raga dengan otot-otot yang kuat dan kencang tubuhnya dan tegap. Orang ini disebut berkepribadian atletis. Menurut Kritschemer orang yang berkepribadian atletis mempunyai kecenderungan watak sebagai berikut :
Tenang, lamban, angkuh, tidak mudah terharu, spesifik, konsekuen, hati-hati, tekun kurang luas perhatian.
Untuk orang-orang yang bertubuh gemuk, agak membungkuk dan relatif sedikit pendek biasanya kepala dan leher sedikit ke depan dari pada punggungnya, orang semacam ini disebut berkepribadian pyknis. Orang yang berkepribadian pyknis disimpulkan kecenderungan wataknya adalah sebagai berikut :
Ekstrofet, cukup punya percaya diri yang tinggi, suka menarik perhatian orang, mudah menyesuaikan diri, interaksi sosialnya bagus, ramah, supel Penuh humor, praktis. Ekonomis, suka , Terbuka, pikirannya konkrit namun kurang mendalam.
Orang yang kurus ceking disebutnya melankolik. Orang yang melankolik ini dikatakan memiliki kecenderungan watak sebagai berikut : Mudah tersinggung, sukar melupakan hal-hal yang negatif, tidak suka humor, lebih suka serius, tertutup teliti, dan tekun, gila hormat, sukar menyesuaikan diri, logis dan konsekuen, kritis tapi subyektif, berpegang teguh pada prinsip.
Yang terakhir gabungan dari ketiga kepribadian disebut Asthemis. Phisik maupun kecenderungan wataknya merupakan gabungan dari ketiga kepribadian tersebut. Pembaca dapat membuktikan sendiri teori ini berapa prosen benar dengan mengamati orang lain yang dicocokkan dengan tulisan ini.
Lain lagi menurut Hippochrates (ahli jiwa yang lain) , membagi kepribadian orang dalam 4 golongan watak atau kepribadian. Cara pengelompokannya tidak berdasarkan pada postur tubuh melainkan berdasarkan berdasarkan temperamen. Yaitu berdasarkan cairan-cairan tubuh yang berada pada diri manusia. Dikatakannya bahwa cairan ini mempengaruhi seluruh syaraf yang beroperasi pada setiap diri manusia. Menurut Hippochrates kelompok kepribadian tersebut disebut : Sanguin. Kholerik, Melankolis dan Plegmatik Hipochrates mendiskripsikan kepribadian ini pada sekitar 400 SM . Dan sebelumnya Raja Salomo atau juga dikenal dengan nama nabi Soleman atau Salomo yang tertulis dalam Amsal-amsalnya. Juga telah mendiskripsikan tentang dasar-dasar keempat kepribadian ini dalam Amsal 30; 11-14. Kemudian jaman ini tim La Haye menyadurnya kembali dengan lebih lebih detail dan luas. Berikut diskripsi dari masing-masing kepribadian yang kami sadur dari Tim La Haye:
MELANKOLIS
Amsal 30 :11
Ada keturunan yang mengutuki ayahnya dan tidak
Memberkati ibunya.
Amsal 30:11
Salomo telah membuat diskribsi tentang perbedaan kepribadian, yang dalam tulisannya dalam kitab Amsal tersebut memakai : ada keturunan……. Artinya perbedaan kepribadian antara seorang degan yang lain meskipun satu bapak dan satu ibu atau saudara sekandung, kepribadiannya tetap tidak sama. Diskribsi ini kemudian oleh Hippocrates dikembangkan dan lebih diperjelas sebagai berikut:
Ciri-ciri orang Melankolis ; terlalu banyak pertimbangan / berfikir sebelum bertindak , penampilannya sopan, mudah sakit hati karena segala sesuatu dimasukan pikiran dan disimpan dalam hati, tahan kesepian, pendiam, tepat janji, kurang berani bertindak dan sebagainya. Sehingga kurang cepat dan kurang mudah menolong. Pada umumnya sangat sopan dan rapi dalam berbusana serta penampilannya rohani. Hatinya belum tentu rohani, karena tergantung telah lahir baru atau belum, tetapi penampilannya telah rohani karena bawaan sejak lahir. Bicaranya tidak ceplas-ceplos karena hati-hati, bertindak atas dasar keyakinan yang telah dipikirkan masak-masak, tidak mudah tergerak untuk menolong, tidak suka konflik, tidak inferior dan sebagainya. Kepribadian ini cocok sebagai pemegang buku atau pekerjaan ketata usahaan dan lebih senang indor, sehingga isteri-isteri yang berkepribadian melankolis ini akan betah di rumah meskipun tak ada teman dan suasana sepi. Perasaannya halus, sehingga mudah tersinggung jika terkena kata-kata kasar atau keras . Tidak mudah menolong karena penakut, termasuk takut terhadap resiko. Orang ini tahan kesepian, jadi cocok untuk isteri yang harus banyak menunggu di rumah. Biasanya kurang senang kerja kelompok atau kerja di lapangan sehingga kurang senang berorganisasi yang bersifat ubyang-ubyung. Dan ia tahan di ruangan yang tidak banyak orang dengan suasana sepi. Bertolak belakang dengan orang Sanguin yang tak tahan kesepian . Cocok juga jadi guru, apalagi ia sopan penampilannya, juga disiplin . Kelemahannya ia mudah GR, sehingga mudah patah hati. Hati-hatilah yang mempunyai pasangan berkepribadian Melankolis, karena kelihatannya tak apa-apa tetapi nyatanya telah sakit hati dan tahu-tahu minta cerai. Dan mudah tersinggung karena segala sesuatu selalu dimasukan kehati dan dipikir mendalam. Jika menegur jangan dengan kata-kata yang keras dan kasar ia akan sangat tidak suka . Sehingga tak jarang seringkali bentrok batin atau tak cocok dengan teman karena tersinggung, padahal temannya tak bermaksud menyinggung. Orang Melankolis kurang cocok dijadikan mediator, atau penyelesai masalah atau ujung tombak. Karena ia penakut, dan takut terkena resiko, sehingga tidak suka terhadap yang bersifat spekulasi. Jika menjadi Sekeretaris dan kebetulan jika kebetulan pasangannya Kholeris atau Sanguinis akan serasi sekali. Jika ia laki-laki sepertinya agak cengeng , tetapi jika ia perempuan terlihat sekali sebagai keibuannya. Orang ini pendendam dan termasuk “pembunuh darah dingin” dan agak sulit sratenannya atau layanannya.
PLEGMATIG
Amsal 30: 12
Ada keturunan yang menganggap dirinya tahir,
Tetapi belum dibasuh dari kotorannya sendiri.
Amsal 30:12
Kepribadian Plegmatig termasuk kelompok introvert, tidak banyak bicara, tenang, dingin, tidak bersemangat, tidak mudah bergeming dengan hiruk pikuk sekeliling . Orang plegmatig mempunyai kelebihan adil, obyektif dan tenang . Ia berfikir sebelum bertindak. Sedang kekurangannya lamban, malas, dan tidak mudah diajak kompromi oleh situasi (tidak mudah terobsesi / terpengaruh oleh situasi). Sulit dimintai bantuan oleh orang lain, jika tidak atas kehendaknya sendiri, sehingga jika dijadikan Diakonia akan di anggap kurang peduli dan kurang tanggap. Kepribadian ini cocok untuk pekerjaan-pekerjaan yang tidak memerlukan hubungan interaksi sosial. Juga cocok untuk pekerjaan yang harus memegang teguh peraturan misalnya bendahara. Artinya harus disiplin dengan apa yang harus diputuskan. Juga cocok dengan pekerjaan ketatausahaan atau tata tulis. Bila pada bidang hukum, ia cocok sebagai hakimnya, tidak cocok sebagai pengacaranya. Kebalikannya tidak cocok memegang jabatan yang memerlukan pertimbangan sosial dimana dimana harus memberikan kebijakan (diskriminasi). Begitu pula tidak cocok untuk hal-hal yang memerlukan tindakan cepat, misalnya pemadam kebakaran, reserse, penembak jitu dll. Karena sifatnya yang lamban. Jika menjadi suami ia terkesan kurang peduli dan cuek, dan jika menjadi isteri ia terkesan kurang gemati dan kurang perhatian kepada suami, jika jadi pendeta terkesan ia sombong dan kurang kasih dan lebih suka cuci tangan. Sebab bila tidak di suruh ia tidak melakukan, karena kelemahannya ia kurang mau mencari tahu. Dan biasanya tidak mau ikut campur urusan suaminya karena juga kurang pandai mengoper bagian. Berbeda dengan kepribadian Kholerik, orang ini mudah bereaksi dan kurang pandai merahasiakan pendapat dan perasaannya. Kholerik biasanya reaksioner, terlebih jika terkena “batunya” Biasanya dalam pergaulan lebih sulit sratenannya atau mudah layanannya jika dibanding dengan orang Kholerik. Sedangkan orang Melankolis sangat pandai merahasiakan pendapat dan perasaannya jika merasa ditekan. Orang Kholerik dan Sanguin sama-sama ekstrovert , kebalikannya orang Melankolis dan Plegmatig sama-sana Introvert. Orang Plegmatig sebaiknya jodohnya orang Kholerik atau Sanguin.
SANGUIN
Amsal 30:13
Ada keturunan yang berpandangan angkuh, yang
Yang terangkat kelopak matanya.
Amsal 30:13
Ciri-ciri kepribadian Sanguin ditandai dengan : Supel , banyak bicara, pandai bergaul, tetapi sering suka lupa janji , tidak tahan kesepian, periang, sepertinya tidak serius dalam memberi pertolongan sebab motivasinya dalam memberi pertolongan adalah basa-basi dalam rangka mencari muka (bahasa jawa : Cuma lamis), tidak mudah patah hati, ingin selalu mendapat perhatian, tidak suka konflik, selalu ingin bisa diterima di lingkungan dimana berada dan sebagainya. Jika ia jadi penerima tamu akan kelihatan ramah dan menyenangkan. Yang diucapkan belum tentu yang dijalankan. Mencari tahu apakah seseorang berkepribadian sanguin atau bukan cukup mudah. Yaitu ia periang dan supel apa tidak. Kalau dimanapun ia selalu periang dan supel tanpa melihat tempat dapat dipastikan bahwa ia seorang sanguinis.
Orang Sanguin lebih suka berada ditempat yang dinamis dan romantis, ada kehidupan. Tidak senang dengan suasana yang sepi. Jika kesepian ia lebih senang menyetel radio atau CD untuk menemaninya. Dan akan lebih senang jika ada orang lain yang bisa diajak berinteraksi, oleh karenanya isteri-isteri yang berkepribadian Sanguin akan tidak tahan dirumah sendirian dengan suasana yang sepi. Jika kesepian ia lebih suka pergi mencari keramaian, jadi suami yang punya isteri Sanguin jangan buru-buru cemburu jika ia suka berpergian dan punya kenalan banyak. Dalam pikirannya ia selalu ingin bisa mengikuti situasi dengan mendapat nilai. Tidak suka jika tenggelam sampai tak tersebut namanya. Bahkan cenderung berupaya untuk selalu menjadi bintang dimana lingkungan ia berada. Hebatnya ia pandai membawa diri. Kekurangannya adalah tidak tahan kesepian dan merasa tidak berguna jika ia tidak mendapat perhatian, oleh karenanya ia mencari perhatian bila ada kesempatan. Disini para suami atau isteri harus tahu bahwa jika pasangan hidupnya berkepribadian Sanguin salah satu kebutuhan pokoknya adalah perhatian. Biasanya orangnya supel cepat berbaur dan pandai bergaul, termasuk pandai menempatkan diri dimana ia berada.
Oleh karenanya itu, biasanya temannya cukup banyak. Dari berbagai keadaan ini ia menjadi mudah lupa terhadap janji-janji, karena lebih mengutamakan apa yang di depan matanya. Itulah yang membuat ia mudah lupa janji. Kekurangannya yang lain adalah tidak tekun terhadap pekerjaan-pekerjaan yang bersifat tata usaha. Dan juga tidak tahan kesepian. Oleh karenanya orang sanguin lebih baik jangan ditempatkan sebagai auditor, atau pemegang buku. Jika sekolahan ia bagian ekonomi, maka ekonomi hanya dipakai sebagai ilmu pengetahuan saja yang mendukung kegiatannya, bukan pekerjaan pokoknya. Sanguinis lebih cocok dijadikan humas, atau pelobi termasuk mediator. Artinya pekerjaan yang ‘berhubungan’ dengan banyak orang (harus berinteraksi sosial) Cocok juga bagian marketing. Ia juga mampu menjadi kepala dengan tugas utama membina karyawan – karyawan yang telah bisa berjalan sendiri. Pantangan orang ini jangan dipermalukan di depan umum. Atau jangan di kejar (di teter) tentang pertanggungan jawab pekerjaan sewaktu terjadi kesalahan. Berilah waktu untuk membuat suatu pertangungjawaban. Tanya jawab seperlunya saja supaya tidak malu. Kepribadian Sanguin sebaiknya mencari jodoh orang Kholerik.
KHOLERIK
Amsal 30:14
Ada keturunan yang giginya adalah pedang, yang
Gigi geliginya adalah pisau,untuk memakan ha-
Bis dari bumi orang-orang yang tertindas, ora-
Orang yang miskin diantara manusia.
Amsal 30: 14
Ciri-ciri orang Kholerik : bereaksi cepat, cepat tanggap, mudah emosi, serius dalam segala hal, tidak basa-basi atau apa adanya, pemberani, pantang mundur, tidak bisa diam, suka menolong kepada yang tertindas dan orang miskin, kurang banyak pertimbangan dalam bertindak, tidak sabaran . Biasanya disebut bertemperamen tinggi. Dia pemberani dan tidak takut mengambil resiko. Galak . Bicaranya ceplas-ceplos. Namun layanannya mudah cukup dengan kesabaran dan mau menunggu untuk mengerti kehendaknya. Karena ia apa adanya dan pemaaf yang sportif.
Orang Kholerik potensial menjadi pemuka. Orangnya bertanggung jawab, dan berani mengambil resiko. Suka membela yang tertindas dan suka menolong. Jika ia jadi pimpinan akan disenangi oleh anak buahnya dan berani berspekulasi. Berani menghadapi masalah dan tidak pengecut. Kelemahannya ia terlalu cepat mengambil keputusan, karena orang kholerik cenderung berotak kanan dan bertemperamen tinggi, ini bisa berakibat positif tapi juga bisa berakibat negatif. Hebatnya ia tidak malu meminta maaf jika terdapat kesalahan, karena ia bukan pengecut dan berani menanggung resiko. Orang ini cocok diberi tugas-tugas yang penuh resiko atau sebagai tulang punggung. Berbahagialah isteri yang punya suami seorang Kholerik, karena ia penuh tanggung jawab dan belas kasihan tetapi tidak sabaran dan gampang marah namun gampang pula reda tanpa sakit hati, berbeda dengan orang Melankolis yang suka sakit hati tetapi tidak kelihatan jika marah karena kalem dan sopan.
Ia berjiwa petualang dan pendobrak. Namun ia konsisten. Karena orang Kholerik orangnya pemberani dan keras, maka menghadapinya jangan dengan kekerasan. Tetapi dengan lemah lembut dengan mengutamakan nalar, oleh karenanya jodohnya adalah orang yang berkepribadian Melankolis atau Sanguin. Orang Kholerik ajaklah dan berilah kesempatan untuk ia bisa berfikir dengan tenang, jangan dipepet waktu, sebab ia akan berani melawan. Bawalah supaya ia bertindak atas kesadarannya sendiri, jangan digurui jika anda memang betul-betul tidak lebih top pengetahuannya. Orang Kholerik biasanya feelingnya tinggi, hati-hatilah dengan orang kholerik yang pandai. Bisa jadi ia sangat cerdik. Kebalikannya ia tulus dan tidak suka basa-basi atau mencari kambing hitam, sebab orangnya konsisten. Gerakannya cepat, termasuk pikirannya. Ia juga cocok untuk menjadi pemimpin keluarga yang perlu bertindak cepat dan penuh resiko termasuk berani berspekulasi yang dalam hal ini sangat bertolak belakang dengan orang Melankolis.
Dari beberapa uraian tersebut, jelas bahwa seseorang terdiri dari salah satu kepribadian yang punya kelebihan dan kelemahan yang tidak selalu sama satu dengan yang lain . Oleh karena itu kita dalam menghadapi dan menilai individu demi individu sebaiknya telah mengerti dahulu ia berkepribadian apa, baru kemudian menilai, jangan lagi menjadikan diri kita sebagai ukuran (tolok ukur) jika orang lain tidak sama dengan diri kita berarti itu salah, tidak demikian caranya. Dari beberapa pakar psikologi tersebut, yang sampai saat ini masih banyak yang relevan adalah uraian dari Hipochrates sesuai dengan tulisan dalam Amsal 30: 11-14. Perlu diketahui bahwa keempat tipe kepribadian tersebut, tidak ada yang lebih jelek dan tak ada yang lebih baik. Semuanya sama bobotnya, dan semua itupun pemberian Tuhan. Dibuat demikian agar lebih mendukung kehendak Allah untuk saling mengasihi dan mendukung, dimana masing-masing mempunyai keunikan tersendiri, Masing-masing mempunyai ciri khasnya sendiri, sehingga rasanya tak perlu adanya upaya untuk merubah tipe, tetapi justru wajib mensyukuri terhadap tipenya sebagai pemberian Allah yang harus dipertanggungjawabkan.
Oleh karenya bagi yang merasa Kholerik tidak perlu minta Mujizat Tuhan untuk menjadi Melankolis atau Sanguin, yang merasa Plegmatig tidak perlu berubah menjadi Melankolis dan sebagainya. Yang perlu adalah bagaimana kelemahan-kelemahan yang ada pada dirinya untuk tidak terlalu mengganggu dalam eksistenssi berkawan dan berinteraks sosial . Kelemahan-kelemahan yang merugikan inilah yang harus dijaga supaya tidak terlalu eksis dan membuat kerugian .
Dalam pembagian tipologi ini ada dua kelompok yang saling bertolak belakang, satu kelompok Introvert yaitu Melankolis dan Plegmatig, serta kelompok berikutnya ekstrovert yaitu Sanguin dan Kholerik. Perlu diketahui pula bahwa orang Melankolis bila tersinggung lama pulihnya jika dibanding tipe Kholerik yang juga sama tersinggung. Tersinggungnya melankolis bernuasa sakit hati, sedangkan tersinggungnya Kholerik bernuansa marah. Plegmatig lebih lamban dan cuek. Kelebihannya ia obyektif pemikirannya, sehingga tidak mudah diombang-ambingkan oleh pendapat orang lain, dan tidak pilih kasih.
Bagaimana seandainya sekarang jika kebetulan anda telah menikah dengan orang yang berkepribadian tidak di rekomendasikan sesuai tulisan ini? Misalnya saja suami berkepribadian Melankolis, dan isterinya berkepribadian Plegmatik? Apakah harus cerai ? Jawabnya adalah tidak harus cerai, melainkan syukurilah, karena berarti anda diminta untuk mengerti dan menghormati kebesaran Tuhan melalui tahan uji, panjang sabar karena harus bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan emosinya, tidak mengharapkan suport dari pasangan hidupnya.
Atau seandainya suami dan isteri sama-sama berkepribadian Kholerik, maka berarti anda perlu senantiasa rendah hati dan panjang sabar yang selalu dipraktekkan setiap hari, sebab jika tidak maka akan sering salah paham dan tidak mau mengalah yang akhirnya akan berselisih paham.
Banyak kenyataan bahwa orang menikah hanya berangkat dari niatnya untuk dapat menikah dengan pilihannya yang waktu itu hanya berdasarkan dicintai dan mencintai. Menyenangi dan disenangi, dan belum mempersiapkan dengan pertimbangan kepribadian. Kecocokannya hanyalah dari dasar saling menerima cintanya yang kadangkala lupa bahwa cintanya pada waktu itu sebenarnya tengah didominasi oleh cinta birahi atau cinta eros, yang pada kenyataannya karena besarnya cinta eros tersebut akan mampu mengalahkan segalanya (yang sebenarnya kurang baik pun menjadi seperti baik). Namun pada saatnya cinta eros ini tidak akan dipertahankan dalam kurun waktu yang lama, dan ketika cinta eros ini telah menipis maka terjadilah perselisihan-perselisihan yang disebabkan atau diawali karena kurang bisa saling menyesuaikan diri (melayani), hal ini dikarenakan karena upayanya untuk menyelami hati masing-masing kekasihnya selama bertahun-tahun baru mendapatkan kebiasaan-kebiasaan perilaku. Belum menyentuh kepada dasar kepribadian yang sesungguhnya. Sehingga belum mampu saling menjaga perasaan dan belum bisa saling memenuhi kebutuhan emosinya didalam hidup kebersamaannya. Akhirnya sering timbul salah paham atau bertengkar hanya karena belum bisa memenuhi dan menjaga kebutuhan emosi masing-masing. Sedangkan dahulu ketika masih baru, cinta erosnya masih kuat sehingga segala kekurangan pelayanan emosinya dapat tertutupi oleh besarnya cinta mereka. Dari pengertian ini, minimal dapat mengerti kepribadian kita sendiri, terutama mencatat kelemahan-kelemahan kita sesuai kepribadian kita tersebut dan kemudian berupaya agar kel;emahan-kelemahan tersebut dapat diminimalisir untuk tidak merugikan diri kita sendiri.
“setiaqp orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah.”
Yakobus 1 :10 b
Uraian semuanya ini adalah dari dimensi Psikologi, bagaimana sekarang dari dimensi Iman?
DIMENSI IMAN
Beda pendapat atau salah persepsi adalah sesuatu yang biasa, apalagi jika menyadari kita semua adalah orang yang tak sempurna. Tetapi mengapa masalah yang sebenarnya kecil tersebut harus menjadi besar dan menjadi pertengkaran ?
Jika dilihat dari dimensi iman, adalah karena cintanya dalam pernikahan masih sebatas cinta eros, yaitu cinta birahi yang didominasi oleh kedagingan. Dalam paham Trikotomi ada istilah TUBUH, ROH dan JIWA Pernikahan yang hanya didominasi oleh cinta birahi adalah masih cinta sebatas tubuh atau kedagingan. Ujung-ujungnya yang dijadikan incaran adalah masalah kedagingan yaitu seks dan emosi. Sedangkan cinta yang telah memiliki komitmen, atau mengikat janji (yang dilaksanakan) telah meningkat pada cinta dalam roh. Pernikahan semacam ini sudah mampu mengenyampingkan masalah-masalah yang bersifat kedagingan. Cintanya bukan lagi karena mendapat imbalan yang bersifat kedagingan, karena yang diincar adalah cita-cita hasil yang akan didapat karena pernikahannya. Misalnya mengukir sejarah hidup, regenerasi, memuliakan Tuhan melalui kesaksian pernikahannya dan sebagainya. Masa depan dan orientasi masa depan menjadi incaran utama. Cinta dalam jiwa pernikahan yang telah dilandasi cinta dalam jiwa artinya bahwa pernikahannya tidak sekedar berdiri sendiri. Pertama-tama adalah sadar akan nama baik dari dua keturunan orang tuanya masing-masing (keturunan suami dan keturunan isteri) untuk sama-sama saling dipadukan dan dijaga nama baiknya sekarang dan kelak kemudian hari. Jadi tidak sekedar perkawinan antara lelaki dan perempuan (si penganten) saja, melainkan mengikut sertakan dan mempertaruhkan nama kedua orang tuanya. Kedua; Pernikahannya tidak sekedar menjadi masalah kedua orang tuanya dan yang bersangkutan saja, melainkan telah melibatkan Tuhan untuk ikut ambil bagian dalam skenario pertkawinan ini, dan yang disatukan adalah dua jiwa, bukan sekedar dua tubuh. Pernikahan yang hanya setingkat kedagingan kurang proteksi, karena proteksinya hanyalah kenikmatan seksual (kedagingan dan emosi), sehingga ketika tidak lagi mendapat kenikmatan seksual dan emosi, maka proteksi tersebut hilang, berarti mudah terkena “tiupan angin” yang memperbesarkan masalah yang semestinya hanya sepele tetapi menjadi besar. Untuk pernikahan setingkat jiwa, memiliki proteksi tambahan berupa cita-cita yang luhur. Seperti pelari yang handal yang tak akan menyerah sebelum sampai garis finish, godaan apapun sebelum garis finish tak akan dihiraukan. Sedangkan pada tingkat pernikahan jiwa proteksinya bertambah lagi yaitu takut kepada Tuhan. Menyadari pernikahannya adalah skenario dari Tuhan, maka tidak lagi menganggap remeh pernikahannya. Dan tidak sebatas seks dan kepuasan emosi saja. Disini berarti akan memiliki proteksi yang triple (dobel tiga) sehingga tidak mudah dihembusi angin untuk dibesar-besarkan dalam menghadapi masalah, karena memandangnya selalu mengikut sertakan Tuhan.
EMOSI:Kepahitan kegelisahan,depresi,dsb..
ROH:EF 2:1-3.merasa kurang terus karena cemas dan srakah, jahat, tidak punya kasih .KEHENDAK:hawa nafsu,cabul,kecemaran dll
EMOSI:damai sejahtera,Kol 3:15, Filp 4:4ROH:keselamatan Yoh 3:3,9.Pengampunan Kis2:38 Kepastian Rom 8:16.KEHENDAK Hidup menurut roh, sukacita,kesabaran,kemurahan Gal 5:16-18
dada
hidup dalam daging hidup dalam roh
Iblis Ikut Campur tangan
Iblis pernah berucap kepada Yesus, ketika iblis gagal mencobai Yesus di bukit, bahwa ia akan kembali lagi pada waktu yang baik dan juga akan mengambil kesempatan untuk mencobai umat Kristus. Tuduhan bahwa iblis campur tangan dalam pertengkaran rumah tangga dapat terlihat ketika pertengkaran tersebut telah reda, yang diakhiri dengan membaiknya kembali hubungan antara suami dengan isteri. Apa yang terjadi setelah reda ? Biasanya dalam hati masing-masing timbul penyesalan mengapa sesuatu yang sebenarnya sepele saja dipertengkarkan! Biasanya pertengkaran antara suami dengan isteri dimulai dengan beda pendapat. Dari beda pendapat ini salah satu menanyakan untuk mencari kejelasan, atau minta pertanggungan jawab, atau menyalahkan, atau tidak bisa menerimanya. Kemudian satu pihak biasanya tidak mengakui tuduhan-tuduhan tersebut, atau mengakui dengan menjelaskannya namun dalam kalimat penjelasan tersebut kurang bisa diterima atau tetap membela diri. Nah beginilah kebiasaan pertengkaran dimulai. Apa yang terjadi setelah mereka berbaikan kembali? Dalam hati biasanya mereka menyesal, mengapa masalah yang sebenarnya cuma sepele dan sebenarnya bisa dimaafkan tetapi menjadi pertengkaran. Atau jika tidak, mengapa begitu emosional dalam waktu itu ? Siapakah yang membuat begitu emosionel? Biasanya iblis membonceng pada kesempatan yang ada pada kesempitan dan pada situasi dan kondisi yang kurang menguntungkan.
Bisikan iblis dengan cara ‘menjadi tidak terima’, atau ‘merasa diremehkan’. Akibat dari tidak terima atau merasa diremehkan inilah dasar dari emosi yang meluap - luap. Sedangkan bagi si lawan bertengkar biasanya juga dengan alasan tidak menerimanya atas tuduhan tersebut, merasa martabatnya direndahkan (tersinggung), maka melawanlah ia. Jika tidak dengan cara yang demikian, biasanya dibuatnya suasana kacau menjadi tidak sesuai dengan suasana yang diinginkan. Dalam suasana kacau inilah mudah diatur oleh iblis untuk terjadi masalah.
Bagaimana jalan keluarnya ?
Ketika kita sedang emosi (bertengkar), akuilah sebenarnya pada waktu itu kita tengah tidak lagi pada posisi hidup baru. Sebab sebenarnya jika kita senantiasa dalam posisi hidup baru, yakni panjang sabar, rendah hati dan lain-lain, apakah yang akan memicu menjadi naik pitam? Bukankah kita menjadi memaklumi kekurangan orang lain dan kemudian memaafkannya karena kita mengasihinya? Jadi karena kita kehilangan kasih saat itu, sehingga tak mau memaafkan. Karena tak mau memaafkan maka justru minta pertanggungan jawab dengan kalimat yang keluar adalah mempertanyakan atau mengumpat atau menyalahkan dan yang lain-lain. Jadi, dari sisi rohani, cara-cara untuk terhindar dari pertengkaran adalah dengan belajar hidup baru terus